In RelationSHIT (oneshot)

In Relationshit

Cover by Mr Root

Author by Mr Root

Character :

Key (SHINee), Krystal (F(x))

 

Note : Jangan lupa comment setelah membaca ya.

Untuk menghargai jasa menulis, tolong klik ini ya http://adf.ly/1F8YKx tunggu 5 detik terus klik skip ad

Happy Reading-

 

Kami memulainya dengan luar biasa
komunikasi yang selalu ada
Aku bersumpah bahwa aku pikir kau adalah satu-satunya bagiku

Aku segera mengirim sms pada teman-temanku untuk berkumpul di apartemenku setelah kencanku dengan Krystal. Dan seperti yang diharapkan mereka datang bergegas ke tempatku, mereka memelukku dalam pelukan erat begitu aku membuka pintu . Minho, Jonghyun, Victoria, Amber, Onew dan pacarnya Luna, Taemin dan Sulli.

 

“Guys! Biarkan aku untuk bernapas” kataku serak.

Segera setelah mereka melepaskan pelukannya, aku mengatur nafasku kembali.

 

“Kau benar-benar keren Key!” Kata Minho bersemangat.

 

Aku hanya menyeringai. Bahkan setelah peristiwa yang terjadi pada hari ini.

Kau tahu mengapa kita semua bertingkah seperti ini?

 

***** Satu jam yang lalu *****

 

Aku sedang berjalan dengan Krystal. Aku memegang tangannya agar tidak kedinginan karena suhu di Korea yang dingin ini. Tidak satupun dari kita yang memulai berbicara. Aku hanya menduga dia lelah karena kencan hari ini.

 

Siapa yang akan berpikir bahwa gadis tercantik sesekolah yang telah menolak setiap pria, berjalan dengan seorang seperti aku. Berita bahwa aku memacari Krystal Jung sangat cepat beredar. Aku tahu reputasinya sebagai Ice Princess dan #1 playgirl sekolah. Tapi itu tidak menghentikanku dari mengagumi dirinya. Pada awalnya, teman-temanku tidak setuju dengan aku yang memacari Krystal Jung, tapi pada akhirnya mereka menyelamatiku.

 

Krystal dan aku sedang duduk berdua di kursi taman depan rumahnya.

“Krys, cepat masuk rumah!” Kami mendengar suara kakaknya dari dalam rumah.

 

Aku segera berdiri. Ya! Aku takut pada Jessica, aku takut dia melihatku bermesraan dengan adiknya. Jika ketahuan, mungkin aku segera disantap olehnya.

 

“Ya unnie! Sebentar lagi!” teriaknya kembali.

 

“Kau lebih baik masuk ke dalam sebelum kakakmu membunuhku karena terlambat membawamu pulang” Aku tertawa. “Dan aku lebih baik pulang juga sebelum Minho menguliti aku hidup-hidup” Aku tersenyum.

 

Dia tertawa “Sebaiknya kau pergi sekarang, aku tahu kau lelah.”

 

“Bye. I love you babe.” Aku hendak berbalik ketika aku membeku mendengar jawabannya. “Aku juga mencintaimu Key.” dia menjawab saat ia memasuki rumahnya meninggalkanku dengan mulut menganga. Jujur, aku tidak mengharapkan dia untuk menjawab. Kami berpacaran selama sekitar 5 bulan dan dia selalu menjawab “ILYT.”

 

Itu sudah menjelaskan mengapa aku bergembira hari ini.

 

Tapi cintamu sungguh membodohiku.

Atau mungkin aku yang terlalu bodoh.

 

“Key!” teman-temanku berteriak di belakangku.

 

Aku melihat mereka berciuman tepat di belakang bangkuku. Aku mencoba mendekati mereka berdua. Mataku sudah basah, tapi aku sekuat mungkin untuk tidak meneteskannya.

 

“Yah lihat dirimu dua burung yang saling cinta.” Aku katakan sebelum menarik Kai darinya dan memberikannya pukulan yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.

 

“Key! Apa yang kau lakukan?!” serunya sebelum menolong Kai yang hidungnya berlumuran darah.

 

“Apa yang salah denganmu?”

 

Gadis ini memiliki nyali yang tinggi untuk bertanya “apa yang salah denganku” ketika dia jelas berselingkuh dihapanku. “Apa Krys? Apa yang salah denganku? Kau bilang aku tidak bisa memukul orang yang sudah mencium pacarnya sendiri?!”

 

“Aku putus denganmu! Dan jangan pernah berada di dekatku lagi!” teriaknya ke arahku.

 

“Mudah ya mengatakan seperti itu? Seharusnya aku tahu. Seorang playgirl tidak akan mengubah cara hidupnya.” Aku berusaha keras untuk menahan air mataku.

 

“Apa yang kau maksud dengan itu? Kau tidak mengerti Key.” nada suaranya berubah lebih tenang .

 

“Maukah kau menjelaskan siapa dia?” Aku melihati dia dengan sinis dan menyeringai.

 

“Kai .. d-dia tunangan…ku.”

Aku melirik tangannya dan ada itu. Benda mengkilap berkilauan di jari yang indah. Sebuah cincin pertunangan. Aku tidak tahu bagaimana bagaimana wajahku pada saat itu. Perasaan dalam diriku, campuran kemarahan pada mereka berdua, kasihan pada diri sendiri karena pada akhirnya bukan aku yang akan menikah dengannya.

 

“Mengapa?” Tanyaku sambil menundukkan kepala.

 

“Itu terjadi sebelum aku bertemu denganmu, itu mengapa aku menolak semua laki-laki. Karena aku sudah bertunangan.”

 

“Lalu, mengapa kau membuatku untuk berharap pada kekosongan?!!”

 

“Maafkan aku Key. Aku memang egois. Aku ingin mencoba menjalin hubungan denganmu sebelum menikah dengan Kai.”

 

“Lalu, kau bereksperimen padaku, mencoba mempermainkan perasaan orang? Apa kau kira aku itu tikus percobaan?!” itu adalah hal terakhir yang aku katakan sebelum berbalik kembali untuk melihat teman-temanku yang menonton dari jauh.

 

“Key…” mereka mencoba untuk mendekatiku.

 

“diamlah, aku sedang tidak membutuhkan simpati.” Aku mengatakan kepada mereka sebelum pergi dari tempat itu.

 

*****

 

Krystal, sungguh aku terlalu terlena kepadamu.

Sebuah omong kosong belaka.

 

Aku berangkat ke Amerika untuk menyelesaikan studiku. Aku baru saja patah hati yang terparah dalam hidupku dan aku tidak bisa berada di negara yang sama dengan dirinya. Meskipun aku masih mencintainya, aku membuat keputusan untuk membiarkan dia pergi. Aku tidak punya hak.

 

 

RIIIIING ~ ~ ~

 

“Halo?”

 

“Key! Syukurlah kau mengangkatnya..”

 

“Luna? Mengapa kau meneleponku?”

 

“Hyung! Kita ada reuni!” suara lain terdengar, Taemin.

 

“Hei Key! Kim Ki Bum!” suara yang berbeda menyapaku melalui telepon. Aku tertawa pada teman-temanku yang konyol.

 

“Kenapa kau tidak datang Kibum?” hanya Victoria yang memanggilku dengan nama Korea.

 

“Aku tidak tahu Nuna.” Menghadiri pesta berarti akan ada kesempatan besar untuk bertemu dengannya lagi.

 

“Ini sudah 2 tahun Kibum. Kami sangat merindukanmu. Kami juga tidak tahu bagaimana kabar mantanmu itu setelah kau pergi.”

 

Aku begitu bodoh memesan penerbangan ke Korea pada hari berikutnya.

 

Sudah seminggu sejak aku datang kembali dan tidak ada tanda-tanda keberadaannya. Aku sedikit lega meskipun sebagian dari diriku berdoa untuk melihatnya.

“Kami di sini!” Seru Taemin.

 

Ah! Air asin dari lautan Busan menyambut kami dengan hangat. kami memutuskan untuk merayakan Reuni kami di sini. Aku berjalan sendirian di pantai karena para perempuan sedang menyiapkan makanan utuk makan malam.

Aku menendang pasir dan melemparkan batu ke lau, sampai ada seseorang yang menarik perhatianku. Gadis yang tampaknya benar-benar familiar. Itu dia bersama orang lain. Ketika mereka semakin dekat, tidak ada berlian lagi di jarinya dan dia dengan seorang pria yang berbeda.

“Seorang playgirl tidak pernah mengubah cara hidupnya.” Kataku sambil berusaha merebut perhatiannya. Matanya melebar.

 

“Key…?”

 

“Siapa dia Krys?” Orang yang berada di dekat Krystal bertanya.

 

Aku menawarkan tanganku untuk berjabat tangan dengannya.

 

“Key. Kim Ki Bum.”

 

“Oh. Hai Key. Namaku Minhyuk, Kang Minhyuk.” Kata orang itu sambil menjabat tanganku.

 

Aku tersenyum padanya. Kulihat Krystal yang gugup.

 

“Jadi bagaimana kau bisa mengenal gadisku?” tanyanya.

 

“Bagaimana aku tahu Krystal?”

 

Dia mengangguk.

 

“Mudah, karena dia pernah menjadi gadisku.” Aku memberikan senyum paling profesional yang aku bisa.

 

Dia menatap Krystal kemudian ke aku. “Oh.” Ini semua yang bisa dia katakan.

 

“Jadi Krys, aku berpikir bahwa setelah kau putus denganku, aku akan melihatmu dengan Kai. Lalu, bagaimana dengan Kai? Kau putus dengan dia juga? Bukannya Kai tunanganmu? Apakah orang ini korbanmu yang berikutnya?” Aku bertanya padanya.

 

“K-Key..”

 

“Sepotong nasihat bro. Jangan percaya dengan apapun yang dia katakan.”

 

“Kenapa aku harus percaya padamu?” tanyanya.

 

“Percayalah. Aku berbicara dari pengalaman.”

 

“Key…. Cukup.!” Aku mendengar dia berkata.

 

 

“Aku bilang hentikan!” teriaknya tapi Minhyuk perlahan-lahan melepaskan cengkeraman tangannya pada Krystal. Krystal menatapnya tak percaya. Kemudian dia duduk di pasir dan menyembunyikan wajahnya sambil terisak-isak. Minhyuk berjalan menjauh dari kami dengan tatapan jijik di wajahnya. Aku mendekat ke arah gadis yang menangis.
“Bagaimana rasanya Krys?” Bisikku di telinganya sebelum diriku berjalan kembali ke tempat reuni dan meninggalkan gadis yang menangis.
sekian.

The End-

 

 

Selesai. Bagaimana? Ada comment? Engga ada? Yah T-T </3

 

Mr Root 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s