Second Chances? (part 2)

secondchances

Cover by Mr Root

Author by Mr Root

Cast     : Do Kyungsoo (EXO), Suzy (Miss A)

Lenght : Chapter

 

Halo… kembali dengan saya titisan Kim Soo Hyun. Oke, author kembali dengan satu cerita, semoga saja suka. Author nyoba suasana baru. Udah bosen sama Key, Kyungsoo pun jadi :D. Memang sedikit aneh, soalnya kebanyakan ff ngepair Suzy sama Myungsoo, Cuma disini M.nya aku ganti K. Selamat membaca. Jangan lupa komen.

 note : sebelum baca ini, pastikan sudah baca yang part 1. hanya saran, supaya lebih paham. 🙂

……………………

 

“hah? PACAR??” o.o

 

Aku tidak menduga hal itu. Tidak pernah di fikiranku yang berfikir bahwa orang yang duduk di samping Suzy adalah pacarnya. Bagaimanapun, aku merasa sedikit sedih mendengar hal itu.

 

“apa benar dia pacarnya?” tanyaku ke Baekhyun yang sedang melihati dua orang di kursi penonton.

 

“hmm.. 99% benar.”

 

“bagaimana kau bisa tahu?”

 

“emm, sebelum kau datang, tim dan aku berjalan menuju ruang basket dan menemukan kedua orang itu sedang duduk di kursi penonton sambil mengobrol. Ini pertama kalinya kita melihat kedua orang itu, tapi kita semua lebih tertarik pada yang gadis daripada yang di sampingnya. Sebagian dari kita mengenal gadis itu sebagai anak baru di sekolah saat hari pertama sekolah. Jadi, kita mulai dengan berjalan menuju tempatnya untuk menanyai namanya dan mengapa dia ada disini. Ketika kita sedang asik berbicara dengannya, laki-laki yang ada disampingnya terlihat tidak nyaman dengan kita semua yang mengerubungi mereka. Ada beberapa menit saat dia mulai sedikit marah dan mulai menggenggam tangan gadis itu. Dan pada saat itu, kau masuk ke ruangan ini dan merusak kesenangan kita.

 

“apa buktinya kalau mereka adalah pasangan? Dan aku tidak merusak kesenangan kalian. Bagaimana aku bisa mengira untuk tahu pada apa yang kalian rubungi di kursi penonton.” Kataku pada Baekhyun dengan wajah kesal.

 

“well, kita tidak mendengar mereka berkata bahwa mereka bersama, tapi aku memberitahu bahwa mereka adalah pasangan. Maksudku, lihatlah ke mereka. Dia saja menaruh tangannya di sekitar gadis itu sekarang.”

 

Aku melihat ke arah Suzy dan apa yang dikatakan Baekhyun memang benar. Laki-laki berambut hitam itu menaruh tangannya di sekitar gadis itu dan gadis itu terlihat seperti mencondongkan kepalanya di pundak laki-laki itu. Ini hanya beberapa minggu dan disini aku melihat Suzy yang sudah mempunyai pacar. Aku fikir ini tidak sulit untuk percaya. Dia benar-benar cantik! Mengapa aku berfikir aku mempunyai kesempatan untuk berbicara dengannya? Aku yakin di luar sana masih banyak laki-laki tampan yang bisa dia tertariki.

 

Merasa sedih akan hal itu, aku berbalik dari pemandangan di depanku ke lebih fokus  kembali ke latihan.

 

“yah, dasar kalian seperti bekicot!! Cepat selesaikan lari kalian! Ini hanya 10 lap!” teriakku kepada timku yang masih berlari secara lambat.

 

Setelah semuanya selesai, kita memulai latihan.

 

“Offense! Offense!” teriakku. “apa yang kamu lakukan?!”

 

Latihan hari ini membuatku sangat sangat frustasi. Aku tidak tahu mengapa aku merasa frustasi. Ini tidak mungkin karena Suzy. aku tidak bahkan tidak mengenalnya. Aku hanya tahu namanya. Bagaimana bisa aku sudah merasa ada hal yang aneh di diriku ke gadis yang aku saja tidak pernah bicara?

 

Setelah latihan selesai, semua orang pergi, kecuali Suzy dan laki-laki berambut hitam itu. aku hanya ingin setidaknya bertanya mengapa dia ada disini, tapi berujung aku bertanya pada diriku sendiri.

 

“Tidak ada waktu untuk berfikir tentang hal seperti ini.” Kataku pada diriku sendiri sebelum mengambil bola dan melakukan beberapa free throw.

 

Ruang basket dipenuhi dengan suara dari gesekan sepatuku dan pantulan bola. Aku sangat fokus pada tembakan dan langkahku sampai aku tidak mendengar seseorang datang ke sini.

 

“aish.” Teriakku saat pertama kali aku gagal menembak bola selama satu hari ini. Aku tidak pernah gagal. Aku sudah berlatih keras sampai aku bisa memasukkan bola ke ring dengan mata tertutup. Menembak bola dari posisi yang berbeda dan jarak yang berbeda juga adalaha keahlianku. Aku berlatih selama hidupku untuk menyempurnakan itu.

 

“aku fikir ini pertama kalinya aku melihatmu gagal menembak?” aku mendengar seseorang berbicara di belakangku.

 

Aku mengambil bola sebelum berbalik untuk melihat siapa itu. itu Suzy. aku sangat terkejut dengan dia berdiri di depanku, sendiri, yang membuatku malah melihatnya terus.

 

“apa? Kau tidak berbicara dengan orang yang tidak kau kenal?” Suzy bertanya sambil mengerutkan alisnya setelah beberapa saat dalam kediaman.

 

“ah sorry, aku hanya terkejut melihat ada seseorang disini. Aku fikir aku sendirian.”

 

“memang benar, tapi tasku tertinggal di kursi penonton, jadi aku kesini untuk mengambilnya.”

 

“oh.” Hanya itu yang bisa aku katakan.

 

“seperti kataku, kau benar-benar hebat.”

 

“t-thanks.. aku memang hebat, aku adalah kapten di tim ini.”

 

“aku tahu.”

 

“oh.”

 

“jadi kau sedang melakukan latihan ekstra sendiri?”

 

“yeah, pertandingan semakin dekat.”

 

“hm, apa kau tidak lelah latihan sampai saat ini? Kau sudah berlari-lari untuk menghukum yang salah dan membenarkannya.”

 

“hm, aku sudah terbiasa.” Jawabku tapi terlintas di benakku, bukankah ini berarti Suzy melihatku terus selama latihan? Untuk beberapa alasan, aku mulai merasa senang.

 

“well, aku harus pergi.” Kata Suzy dan mengisyaratkan pergi ke pintu.

 

“oh, ya. Silakan.” Kataku sambil menggarukkan bagian belakang leherku.

 

“Bye.” Kata Suzy sebelum berbalik dan pergi.

 

“Bye.” Jawabku sambil melihat Suzy keluar melewati pintu double. Bodohnya aku karena tidak memperkenalkan diri. “Haish..” aku kembali berlatih.

 

Hari ini berakhir dan fikiranku penuh dengan image Suzy. Apakah ini berarti aku benar-benar menyukainya? Jujur aku tidak tahu.

 

Hari berikutnya, Aku melihat Suzy di tempat latihan lagi. Dia duduk di tempat yang sama seperti kemarin dan laki-laki kemarin juga bersamanya, duduk di sampingnya. Karena sudah berbicara dengannya kemarin, aku memberanikan diri untuk memberikan dia sebuah sapaan semacam daadaa sebelum aku menuju ruang ganti.

 

Hari demi hari terlewati, aku selalu melihat Suzy di tempat yang sama selama latihan, bersama dengan laki-laki berambut hitam. Selama hari-hari itu, aku menjadi lebih berani dan berani untuk berbicara dengannya.

 

Lalu, kita menjadi teman akrab. Suzy masih pergi ke ruang latihan walaupun laki-laki berambut hitam tidak datang bersamanya. Walapun aku senang melihat Suzy setiap hari ada di tempat latihan, informasi tentang laki-laki berambut hitam adalah pacarnya, menggangguku sekali.

 

Setelah akhirnya aku mengenal Suzy, perasaan yang dulu saat pertama kali aku melihatnya, bertambah besar. Aku, diriku, tidak bisa untuk menghentikan pertambahan itu. Aku juga menemukan bahwa alasan dia pertama datang ke ruang latihan adalah pacarnya menginginkan dia untuk menemaninya. Laki-laki itu ingin mencoba untuk masuk ke tim kita, tapi dia merasa bahwa dia tidak cukup bagus, jadi dia sering melihat kita latihan dan berharap dapat belajar dari kita. Suzy bahkan berinisiatif bertanya padaku untuk mengajari laki-laki itu secara personal. Bagaimana bisa aku bilang tidak padanya? Jadi aku menyetujuinya. Walaupun itu sesuatu yang akan selalu kulakukan, aku tetap memegang kata-kataku. If Suzy is happy, then i’m happy.

 

Jadi setiap hari setelah latihan bersama tim, aku berlatih dengannya. Suzy selalu datang untuk melihat, sambil bersorak-sorak pada kami *-_-. Aku akan lebih gembira kalau dia hanya menyorakiku saja, tapi bagaimana itu mungkin? Dia sudah mempunyai pacar.

 

Menghabiskan waktu bersama Suzy di luar sekolah, aku menyadari bahwa diriku tidak bisa untuk menahan perasaan yang aku pendam terlalu lama. Aku merasa perasaan ini sangat salah terhadapnya ketika aku tahu dia sudah mempunyai pacar. Aku tidak bisa untuk merusak pasangan yang sempurna ini hanya karena aku menyukainya.

 

Aku memutuskan untuk menghindari diriku dari Suzy sebanyak yang aku bisa. Aku mulai dengan menolak tawaran untuk keluar jalan-jalan dan bahkan mbolos dalam beberapa latihan karena aku tahu dia akan ada disana. Pertama, Suzy sudah menghadapku karena perilakuku, tapi aku tidak menghiraukannya dan berkata aku tidak enak badan. Itu tidak berarti aku sedang berbohong, itu memang benar, hanya saja hatiku yang merasa tidak enak *notfeelingwell, you know.

 

Jadi pada akhirnya, aku mulai untuk menutup diri dari orang-orang. Beberapa latihan yang tidak aku datangi sebelumnya, perlahan-lahan menjadi setiap latihan. Aku merasa tidak suka untuk bermain basket lagi karena setiap aku lakukan, aku akan selalu memikirkannya.. dan pacarnya. Apa aku cemburu? Aku fikir aku sudah melewati batas cemburu.

 

Suzy biasa meneleponku, mengirim sms padaku, dan bahkan mencoba untuk menemukanku di kelas, tapi aku selalu bisa untuk menghindarinya. Aku tidak berpartisipasi dalam semua pertandingan dan pelatihku mengeluarkanku sampai sisa tahun ini. Aku tidak terlalu memikirkannya. Basket sudah tidak sama lagi setelah aku bertemu dengan Suzy.

 

Lalu, hari berubah menjadi minggu, minggu berubah menjadi bulan, dan bulan berubah menjadi tahun. Ini sudah hampir setahun sejak aku terakhir bertemu Suzy dan sebentar lagi aku akan lulus. Ini berarti aku akan meninggalkannya.

 

Sebelum itu, libur telah datang. Aku bisa terbebas dari Suzy. aku tidak perlu untuk khawatir tentang perasaanku lagi. Libur ini hanya untuk diriku sendiri.. mungkin itu yang aku fikirkan sekarang.

 

Sedihnya, aku salah. Beberapa hari setelah liburan, Suzy datang ke rumahku untuk mencariku. Aku sedang memakai celana kolor dan kaos ketika aku turun dari tangga dan melihatnya duduk di ruang tamu. Ibuku mempersilakan dia masuk ke rumah tanpa seizinku. Bukan berarti aku memberitahu ibuku untuk tidak menyuruh Suzy masuk, tapi aku tidak berfikir dia datang mencariku. Bahkan jika aku ingin kembali ke atas dan bersembunyi, aku tahu itu tidak akan bisa. Hari itu, Suzy menawarkan untuk berjalan-jalan denganku dan aku.. menyetujuinya. Aku mengambil topiku, dan menuju keluar pintu dengannya. Masih dengan celana kolor *abaikan.

 

Ketika kita berbicara selama berjalan-berjalan, Suzy berbicara padaku tentang bagaimana pacarnya mendapatkan beasiswa dan akan tinggal di Inggris. Aku tidak tahu apakah aku harus senang atau tidak. Dia masih pacarnya, apapun alasannya. Itu tidak berarti aku masih ada kesempatan. Aku merasa marah. Mengapa dia memberitahukanku tentang pacarnya? Ak tahu dia melihatku sebagai teman, tapi aku fikir kelakuanku sangat memperlihatkan bahwa aku tidak menyukai dia bersama laki-laki itu setiap waktu. Mengapa dia selalu membawa pacarnya setiap dia berbicara padaku? Apa dia ingin melihatku menderita sebanyak ini?

 

Aku diam saja sampai kita sampai di taman permainan kecil. Aku mengikuti Suzy duduk di ayunan.

 

Suzy melihatku dan bertanya,

“D.O, apa ada yang salah?” dia memanggilku D.O karena dia adalah teman dekat. Hanya teman dekat yang memanggilku seperti itu.

 

Salah? Fikirku. Hidupku, perasaanku, semuanya, tapi aku tidak menjawabnya. Aku hanya memandang langit dan berharap aku bisa mengontrol diriku sebelum aku menyesal berkata sesuatu yang bisa merusak hubungan kita.

 

“mengapa kau menghindariku? Aku fikir kita teman.” Kata Suzy.

 

Hatiku hancur setelah mendengar dia berbicara seperti itu. Ini bukan karena aku ingin menghindarinya, tapi apa yang aku dapatkan? Aku bukan seseorang yang ada di antara pasangan. Aku menundukkan kepalaku ke tanah. Jika dia tahu bagaimana perasaanku terhadapnya.

 

“D.O…” suara Suzy sedikit menyerak, “..apa kamu membenciku?”

 

 

To be continued

 

 

Huh pegel. Oke, jangan lupa komen. Pegal jari nih. Aku tunggu 2-3 hari atau selebihnya mungkin, kkk. Komen untuk lanjut, oke? Bye~

 

Iklan

12 thoughts on “Second Chances? (part 2)

  1. oh ternyata suzy dh punya pacar, tp kok gk dikasih tau siapa, trus suzy dtng mulu ketempat latihan D.O d’kira aku suzy punya perasaan sama D.O

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s