Second Chances? (part 1)

secondchances

Cover by Mr Root

Author by Mr Root

Cast     : Do Kyungsoo (EXO), Suzy (Miss A)

Lenght : Chapter

Halo… kembali dengan saya titisan Kim Soo Hyun. Oke, author kembali dengan satu cerita, semoga saja suka. Author nyoba suasana baru. Udah bosen sama Key, Kyungsoo pun jadi :D. Memang sedikit aneh, soalnya kebanyakan ff ngepair Suzy sama Myungsoo, Cuma disini M.nya aku ganti K. Selamat membaca. Jangan lupa komen. Jika diarahkan ke adf.ly, tunggu 5 detik, terus klik SKIP AD.

 

……………………

Aku bertemu Suzy ketika aku sudah di tahun ketigaku sekolah. Dia adalah anak baru di sekolahku. Pertama, aku melihatnya saat kita ada pertemuan di aula. Sebagai kapten tim basket di sekolah, aku diberikan kesempatan untuk berpidato tentang try out dan bergabung di tim. Aneh memang, dengan badanku yang kecil, aku menjadi kapten tim basket. Suzy adalah salah satu diantara anak baru di sekolahku.

Setelah aku berpidato, aku duduk di kursi yang sudah disediakan, yaitu ternyata di dekat tempat dimana Suzy berdiri. Hanya melihatnya dari belakang, dia mempunyai rambut yang panjang, kaki yang indah, dan kulit yang lembut. Aku menunggu dia untuk berbalik jadi aku bisa melihatnya. Aku mulai untuk bermain dengan bola basket yang ada di tanganku. Aku menunggu, menunggu. Dia kemudian berbalik, dan aku melihatnya. Mata kita bertemu selama beberapa detik sebelum akhirnya dia keluar dari aula. Mataku mengikutinya sampai dia tidak terlihat.

Dari hari ke hari, betapa aku menginginkan untuk bertemu dengannya, tapi aku tidak melakukannya. Kelas kita berbeda jadi aku tidak ada kesempatan untuk kebetulan bertabrakan dengan dirinya. Aku sedih karena aku benar-benar ingin berbicara dengan Suzy dan mengenal dirinya. Walaupun kita tidak pernah berbicara sebelumnya dan dia juga tidak mengenal siapa diriku, dia sudah mengalihkan perhatianku sejak pertama aku melihatnya di aula. Aku tetap memikirkan dia secara nonstop. Itu seperti duniaku sudah penuh dengan dirinya.

Hal yang baik adalah aku masih bisa untuk berkonsentrasi ketika aku bermain basket. Aku berfikir bahwa hanya dengan bermain basket fikiranku bisa terlepas dari Suzy. Bukannya aku tidak suka Suzy berada difikiranku, tetapi basket merupakan cara yang paling tepat untuk menggantikannya.

Ketika aku masih muda, aku sangat mencintai basket. Aku selalu ada waktu untuk bermain basket. Orang tuaku sangat sering memarahiku karena keseringanku bermain basket yang bisa mengganggu waktu belajarku. Aku pernah mencoba untuk bergabung di tim basket saat aku masih di sekolah menengah dan kemudian di sekolah tinggi *apainingomongnya?*. Sekarang, aku adalah kapten tim basket di sekolah dan aku sangat bangga akan itu. Aku sudah membawa tim ini dari tidak pernah menjuarai apapun menjadi menjuarai apapun. Kita bermain setiap ada sekolah lain yang menantang dan tetap kita menang. Kita berlatih keras untuk bisa ke kejuaraan yang lebih tinggi dan mengalahkan semua. Jujur, piala yang kita menangkan tidak berarti apa-apa untuk kita. Perasaan akan tantangan yang datang, permainan yang indah, itu yang kita sukai. Tim kami sangat bekerja keras untuk bermain bagus sebagai tim. Basket adalah hidupku, my life. Tetapi saat aku bertemu dengan Suzy, aku menjadi ragu.

Hari berganti menjadi minggu, aku masih belum bisa melihat Suzy jadi aku tidak bisa berfikir secara normal lagi. Di titik pertama, aku mulai untuk percaya bahwa Suzy hanyalah imajinasiku saja. Di titik yang lain, aku tidak pernah benar-benar menyukai atau berkencan dengan seseorang sebelumnya.

Setelah pelajaran terakhirku usai, aku menuju ke ke lapangan basket untuk berlatih. Ketika aku sampai disana, semua teman-temanku sudah ada disana, ini tidak biasa. Mereka sangat ramai di salah satu bangku penonton. Penasaran, aku berteriak ke mereka.

“Hei guys, mengapa kalian tidak berlatih? Kalian datang sangat cepat tapi tidak segera untuk berlatih.” kataku sambil berjalan menuju rak untuk menaruh tasku.

“kemarilah” kata salah satu temanku, menyuruhku untuk kesana.

“mengapa? Aku tidak ada waktu untuk sesuatu yang tidak penting. Kita akan ada pertandingan. Kalian harus lebih fokus.” Kataku lalu mengambil pakaianku yang ada di tas.

“aku akan ke ruang ganti. Sampai aku kembali kalian harus sudah ganti dan juga berlatih.” teriakku ke mereka karena memang jarakku dan mereka sedikit jauh. Aku pun keluar dari ruang basket.

Setelah mengganti pakaianku dan menuju ke lapangan basket, aku mendengar suara orang yang berlarian yang sangat ribut. Dan saat masuk, memang betul mereka baru mengambil pakaian mereka dan keluar ruangan dengan senyum yang dipaksa saat aku melihatku. Aku menaruh bajuku ke tas. Tiba-tiba pelatihku memanggilku.

“apa ada masalah, pelatih?” tanyaku.

“ya, aku ada meeting jadi aku tidak bisa untuk melatih hari ini.”

“oh, tak apa pelatih. Kau tahu kita selalu berlatih apapun yang terjadi.”

“oke, aku percaya padamu.”

“tentu saja, kapan memang aku tidak berlatih?” kataku sambil tertawa.

“haha, bagus kalau begitu. Hari ini akan sedikit sulit jadi pastikan kamu bisa melakukannya.”

Aku melihat ke pelatihku bingung. “apa maksudmu?”

Pelatihku menunjuk ke bangku penonton di belakangku dan aku berbalik untuk melihat. Aku melihatnya.

Bae Suzy.

Seseorang yang sangat ingin aku lihat selama beberapa minggu ini. Aku melihat ke Suzy dan berfikir pasti aku sekarang sedang bermimpi, tapi aku terbangun dari realitas ketika pelatihku menepuk pundakku.

“Kyungsoo, fokus.. Aku ingin kau untuk tertarik pada yang kutunjuk tadi.”

“ah ya, tentu saja pelatih, aku tidak akan.” Kataku sambil mencoba untuk melirik Suzy dari pojok mataku.

Setelah pelatih pergi, aku berdiri di tengah lapangan sambil melihat ke arah Suzy. Aku tetap untuk memberitahukan diriku bahwa dia hanya imajinasiku saja dan nyatanya hanya ada seseorang laki-laki berambut hitam di tempat duduk itu yang berada di sampingnya, dan dia sedang berbicara sendiri.

Entah seberapa lama, temanku yang datang entah dari mana menepuk punggungku dengan keras.

“Yo D.O! ayo latihan. Kamu sudah berdiri diam disini sedikit lama.” Temanku Baekhyun berkata sambil melihatku dengan tatapan yang aneh. “apa kamu tertarik dengan cewek yang duduk disana?”

“a-apa?! Tidak!!” aku sedikit berteriak padanya karena kaget.

“wahh oke oke, tidak perlu untuk berteriak, aku hanya bercanda.” Kata Baekhyun. “ayo, kita semua sudah siap untuk latihan.”

Untuk pertama kalinya, aku menjalankan tugasku memimpin latihan hari ini.

“oke guys, kita mulai dengan berlari sepuluh putaran, mengelilingi lapangan. Kelilingi aku jika kalian sudah selesai berlari.” Kataku dan berdiri di tengah lapangan sambil memainkan bola basket yang ada di tanganku.

Geraman-geraman terdengar sebelum semuanya mulai berlari. Aku hanya berdiri disini, aku bergelut dengan fikiranku, apakah aku pergi ke Suzy yang sedang duduk dan berbicara dengannya ataukah tidak. Aku fikir keinginan untuk melihat dan berbicara dengannya berbeda ketika aku benar-benar mendapatkan kesempatan untuk itu.

Mencoba untuk menghilangkan fikiranku dari Suzy, aku memulai untuk mendribble bola basket yang ada di tanganku, mempraktikkan beberapa trik.

Baekhyun adalah orang pertama yang menyelesaikan 10 lap sampai ia berlari menuju ke aku.

“Aku tidak melihat kamu berlari.” Komplainnya sambil meminum air.

“Mudah saja, karena aku kapten.” Aku tersenyum.

“terserah, so what jika kapten.” Baekhyun berpura-pura terganggu.

“hah? Aku juga sebagai pemain terbaik di tim ini.” Candaku.

“setelah aku.” Katanya.

“harapanmu saja.”

“aku tidak butuh, karena itu memang faktanya.”

“kalahkan aku dengan pertandingan satu lawan satu dan aku akan setuju.” Aku menyeringai.

Ini adalah kebiasaan rutin antara aku dengan Baekhyun. Kita selalu bercanda satu sama lain. Kita juga selalu bertanding seperti ini, tapi tentu saja selalu aku yang menang.

“mungkin lain waktu,” kata Baekhyun lalu melanjutkan, “Jadi uh,.. apa yang kamu fikir tentang gadis itu?”

“huh? Gadis mana?” tanyaku melihat ke arah dimana Baekhyun lihat.

Tentu saja aku tahu siapa yang dibicarakan oleh Baekhyun, tapi aku tidak ingin dia melihatku bahwa aku sedikit tertarik pada Suzy.

“Ya yang ada di ruangan ini.”

“ohh, mengapa dengannya?”

“apakah kau tidak berfikir dia hot?”

Aku melihat Baekhyun tidak percaya. Aku tahu bahwa Suzy adalah seseorang yang sangat cantik, tapi aku agak tidak suka dengan komen Baekhyun bahwa dia hot?

“…mengapa dia ada disini?” tanyaku mencoba untuk mengganti topik pembicaraan. “dia tidak mungkin untuk bergabung dengan tim kita kan?”

“Itu harapanku tapi itu tidak mungkin juga karena ini tim basket putra.” Katanya, “tapi aku dengar dia ada disini karena pacarnya yang ada disampingnya.”

“hah? PACAR??” o.o

To be continued.

 

 

Komen saya tunggu!

Iklan

14 thoughts on “Second Chances? (part 1)

  1. Sorry ada kesalahan di cerita.
    “Kyungsoo, fokus.. Aku ingin kau untuk tertarik pada yang kutunjuk tadi.”

    yg betul:
    “Kyungsoo, fokus.. Aku tidak ingin kau untuk tertarik pada yang kutunjuk tadi.”

    baru nge.re-read.. Mianhe!

  2. ah gpapa kyungsoo juga gk kalah cakepnya ama myung..imut2 bget si D.O it..
    hehe
    suzy uda pnya pcr?nugu? kai? sehun?
    waah berat ini kalo lawan mreka..wkwk
    q tgu kelanjtanx thor 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s