Date with a Stranger 2 (oneshoot)

date stranger

Cover by Mr Root

Author by Mr Root

Cast     : Key (Shinee), Suzy (Miss A)

 

*Note : Key’s POV of Date with a stranger. Hope you like it.

*Note : sebaiknya sebelum baca ff ini, Mr saranin baca Date with a Stranger dahulu. Karena mungkin ada yang tidak paham.

Ini saya buat karena banyak yang ingin cerita ini dibuat serial tapi sorry soalnya author cuma bisa buat oneshoot. Mianhe.. happy reading. Just for you 🙂

*****

 

Aku melihat jam yang ada melingkar di tangan kiriku untuk yang ke sembilan kalinya. Mengapa gadis ini datang sangat terlambat?! Aku merasa sangat gila jika gadis ini tidak datang dan aku sudah menunggu berjam-jam. Ya, aku sudah duduk di bangku taman selama berjam-jam untuk menunggu teman kencanku datang. Aku tidak tahu siapa dia tetapi Minho menyuruhku untuk datang karena itu akan membantuku mendapatkan pengalaman. Dan aku terlalu idiot untuk mendengarkannya.

 

Aku melihat ke depan, laki-laki di depanku masih menunggu teman kencannya sama sepertiku, aku mengasihaninya. Menunggu benar-benar menyakitkan. Aku melihat laki-laki itu mondar-mandir sambil membawa mawar merah. Haissh, seseorang masih menggunakan trik seperti ini untuk bertemu pasangannya? I merasa gadis kencannya itu jelek.

 

Aku melihat laki-laki itu sudah berada disini sebelum aku datang, itu berarti dia sudah menunggu teman kencannya melebihi berjam-jamku! Aku sadar bahwa ponselku ketinggalan di rumah, itu gara-gara Minho menggugupiku. Aku rasa ini sudah cukup untukku menunggu. Aku mendorong tubuhku untuk berdiri dan merapikan celanaku yang sedikit melorot(?) Sebelum meninggalkan tempat ini, aku melirik ke laki-laki tadi, dia masih menunggu.

 

Sangat kasihan. Aku harus memberitahunya untuk pergi daripada menunggu selamanya.

 

Aku berjalan ke arah laki-laki itu dan menepuk pundaknya. Dia berbalik dengan wajah yang ketakutan seperti dia telah tertangtap polisi.

 

“hei, sepertinya teman kencanmu tidak datang. Jangan repot-repot untuk menunggu.” Kataku padanya. Aku tahu ini aneh tetapi karena dia san aku sama-sama menunggu teman kencan, aku bisa merasakannya.

 

Laki-laki itu memperlihatkan wajah ketakutannya lagi dan memberikan mawar merah yang dipegangnya padaku.

 

“be..beritahu pada gadis i..it.tu..aku min..minta maaf..” dia menunjuk ke gadis yang duduk di depan air mancur. Setelah itu, laki-laki itu lari meninggalkanku.

 

Aku memegang mawar merah yang diberikannya padaku lalu melihat gadis yang ditunjukkan tadi. Dia sedang memainkan ponselnya. Kedua, aku melihat dia memegang mawar merah juga, aku merasa mengetahui situasi ini.

 

Jadi gadis jelek itu adalah teman kencannya. Pasti dia sangat jelek sampai laki-laki itu ketakutan untuk bertemu dengannya.

 

Aku penasaran dengan gadis jelek yang membuat laki-laki tadi berlari meninggalkan teman kencannya. Aku berjalan menuju gadis itu yang masih sibuk dengan ponselnya.

 

“hii..” wajahnya mendongak dan aku terkejut. Dia tidaklah jelek namun sebaliknya. Dia sangat…sangat cantik. Tetapi aku bisa memberitahu bahwa gadis ini sedang tidak mempunyai mood yang baik, terlihat dari wajahnya. Aku terlena oleh kecantikannya sampai aku tidak bisa mengatakan sepatah katapun untuk menjelaskan aku bukanlah seseorang yang dia tunggu. Tapi aku hanya membiarkan dia memabawaku pergi.

 

Dia tetap berbicara tentang lelah dan lapar tetapi aku tidak begitu peduli karena sekarang aku sedang enjoy dibawa olehnya dengan tangan kecilnya.

 

Disini aku duduk di sebuah kafe. Aku diam-diam meneliti wajahnya, bagaimana bisa ada seseorang yang begitu sempurna? Aku terlalu sibuk melihatnya samapai aku merasa dia melihat balik. Aku segera memalingkan mataku ke daftar menu yang aku pegang.

 

Sangat mahal!?? Aku bisa memakan 5 makanan yang berbeda di kafe biasa aku kunjungi.

 

“aku tidak terlalu lapar jadi aku hanya pesan jus jeruk.” Aku tersenyum dengan lemah ke pelayan sebelum mengembalikannya buku menu.

 

Pelayan itu pergi dan kita memandang satu sama lain.

 

“siapa namamu?”

 

Apakah aku harus memberitahukan namaku yang asli atau yang palsu?

 

“namaku adalah…”

 

“aaa.. Jangan kuatir tentang itu. Aku tidak berfikir bahwa kita akan bertemu lagi setelah hari ini.” Katanya dengan nada yang tidak ingin untuk diganggu lagi.

 

Dia benar. Kita mungkin tidak akan bertemu lagi setelah ini. Setelah makan aku akan pergi, aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku padanya. Dia mengeluarkan ponselnya. Aku tidak tahu apa yang dia kerjakan pada ponselnya. Aku berfikir jika aku memberitahukannya bahwa aku bukan teman kencannya tapi aku membiarkannya karena mungkin kita tidak akan bertemu lagi hari ini, jadi itu bukanlah masalah besar. Makanan datang, aku terkejut dengan banyaknya makanan yang dia pesan. Jus jerukku telah datang juga. Aku mencoba untuk mengingat harga dari makanan-makanan yang dia pesan.

 

Aku sangat bangkrut setelah acara makan ini.

 

Dia memakan semuanya dan entah mengapa itu membuatku tersenyum.

 

“karena kau sudah membuatku menunggu, jadi kau yang bayar.”

 

Aku tahu ini pasti akan terjadi, biarkan aku untuk berdoa bahwa semua makanan ini tidak lebih dari 500 ribu. Menyembunyikan wajah sakitku dengan tersenyum, aku berjalan ke kasir untuk membayar.

 

510 ribu!?

 

Aku melototkan mataku karena terkejut. Aku mengeluarkan dompetku dan membayarnya. Aku bisa membeli banyak mie instan dengan uang itu. Dengan wajah memelas, aku berjalan ke gadis itu.

 

“jadi apa yang ingin kau lakukan sekarang.. untuk kencan kita?”

 

Dengan sedikit uang yang ada di dompetku. Aku bertanya padanya apakah ada yang dia inginkan di fikirannya, yang mungkin saja membuat isi dompetku benar-benar menghilang. Seperti belanja atau sesuatu yang mengeluarkan banyak uang.

 

“kau ingin pergi kemana?” tanyanya padaku dengan wajah yang tidak peduli karena dia melihat ke arah jalanan yang padat ini.

 

Bagus! Karena dia bertanya padaku, aku bisa berfikir tempat yang akan kita kunjungi dengan sedikit pengeluaran uang. Dan yang ada difikiranku sekarang adalah tempat permainan (arcade game). Itu adalah tempat yang murah namun ada banyak permainan disana.

 

“aku tahu!” kataku langsung menggenggam tangannya, kulihat dia terkejut dengan tindakanku.

 

“hei, lepaskan aku!” dia berteriak padaku. Aku memberinya senyum menawanku, aku tetap menggenggam tangannya sampai kurasa dia menyerah dan membiarku membawanya pergi.

 

“yah, tempat apa ini?” dia bertanya padaku.

 

“ah, ayo masuk” aku membawanya masuk.

 

“yahh! Kita sudah bukan anak-anak lagi!” katanya dengan nada sedikit tinggi. Kulihat wajahnya down. Oke maafkan aku, hanya ini yang ada di fikiranku karena ini adalah tempat yang tidak begitu mengeluarkan banyak uang.

 

“ah, ikuti saja. Ini pasti akan seru” kataku.

 

Kita bermain banyak disana, mulai dari siapa yang memasukkan bola basket paling banyak, di permainan dance, aku hanya ingin menunjukkan kemampuanku dihadapannya. Kulihat dia sedikit kagum padaku. Yah, lumayanlah membuatnya sedikit nyaman padaku.

Setelah itu kita duduk di salah satu kursi kosong.

“apa kau lapar?” tanyaku padanya.

 

Dia mengangguk malu. Makanan adalah sesuatu yang dia tidak bisa tolak. Cara dia mengangguk sangatlah lucu, aku berfikir untuk bersamanya lebih lama lagi.

“ayo, kita cari tempat makan. Aku tahu tempat makan yang enak” ajakku. “tapi sebelumnya kau harus memakai jaketku dulu. Hawanya sangat dingin” lanjutku menyerahkan jaket yang kupakai padanya karena kurasa hawanya semakin dingin sekarang. Dia tersenyum padaku. I’m melting!

 

Aku membawanya ke restoran korea, salah satu tempat yang mempunyai makanan enak dan harga murah. Aku membiarkan dia memesan makanan karena dia terlihat sangat lapar dan dia banyak memesan daging.

 

Makanan yang kita pesan datang. Dia segera mengambil sumpit dan memakannya.

 

“kau sepertinya pemakan yang banyak” kataku padanya. Aku merasa jika dia adalah orang yang banyak makan. Tapi dia sangat menakjubkan karena badannya tetap bagus. Dia melihatku dengan tatapan orang terejek. Aku ingin tertawa melihatnya.

 

“tapi aku suka dengan seseorang seperti dirimu yang suka makan. Dari sekian mantanku, mereka selalu takut dengan makan. Jadi, mereka hanya sedikit saat bersamaku” kataku.

Mantan? Ha, itu hanya imajinasiku. aku tidak pernah mempunyai mantan karena aku sendiri tidak pernah berpacaran.

 

“ah tapi aku juga harus berolahraga setelah makan banyak” katanya.

Aku sangat menikmati makan dengannya. Kita mengobrol dan saling tertawa. Dia sangat lucu karena mulutnya yang penuh dengan makanan. Ini benar-benar menakjubkan bisa bersama dengan seseorang yang namanya saja tidak aku ketahui.

 

Kim Kibum apakah kau jatuh cinta pada gadis ini?

 

Kita pergi dari restoran ini dan tentu saja aku yang membayar semua makanan. Dia mencoba untuk memberikan uang tapi aku menolaknya. Aku benar-benar kehabisan uang tetapi itu terasa terbayarkan karena melihat senyum di wajahnya. Melihat hari yang semakin gelap, aku tahu ini waktunya untuk mengakhiri kencan kita. Aku membawanya ke pemberhentian bus.

 

“sepertinya kencan kita sudah berakhir” kataku.

 

Dia diam saja.

 

“ah busnya sudah datang. Hati-hati” kataku. Dia masuk ke dalam bus dan kulihat wajahnya yang sedikit.. kecewa? Hatiku merasa aneh karena aku sudah merindukannya. Sebelum pintu bus tertutup aku dengan cepat masuk ke bus itu dengan uang terakhirku.

 

“sepertinya aku harus mengambil jaketku dulu” bohongku 😀

 

Aku melihat wajahnya.. senang? Apa dia juga ada rasa yang sama?

 

Kita tidak berbicara apapun satu sama lain. Situasinya benar-benar kaku. Bus berhenti di depan rumah, sepertinya itu rumahnya.

 

Dia mengembalikkan jaketku. Aku tidak ingin ini berakhir.

 

Dia tersenyum padaku lalu menuju ke rumahnya. Sebelum dia jalan menjauh dariku, aku menarik tanganya dan seketika itu juga aku mencium bibirnya. Aku tidak percaya dia membalas ciumanku..

 

“Suzy!!!!” ada seseorang yang berteriak. Seketika itu juga kita berdua segera menjauh satu sama lain.

 

Suzy? Aku suka namanya.

 

“namaku Key. Kim Ki Bum. Ingat itu Suzy” kataku padanya lalu pergi meninggalkannya karena ibunya keluar dari rumah. Aku takut ketahuan.

 

Aku berlari sampai aku tidak mendengar suara ibu Suzy yang berteriak. Aku berhenti berlari dan berjalan pelan. Aku tidak bisa menghapus senyum yang ada di wajahku karena mengetahui Suzy menyukaiku. Tapi aku tiba-tiba berhenti tersenyum.

 

Oh S**t! Aku sama sekali tidak punya uang dan juga ponsel. Sekarang bagaimana caraku untuk pulang ke rumah???!!

 

 

The end

 

Holaa.. maaf yo update story ini lama. Ide berantakan. Semoga kalian suka.

Komen? Saya sangat mengantisipasinya!

 

Mr Root

Iklan

5 thoughts on “Date with a Stranger 2 (oneshoot)

  1. Yah…aku kira yg bagian ini Suzy sama Key bakalan ketemu lagi…
    Tapi tetep seru kok, ternyata si key hrs mengorbankan uangnya demi suzy…haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s