Date with a Stranger (oneshoot)

date stranger

Cover by Mr Root

Author by Mr Root

Cast     : Suzy (Miss A), Key (Shinee)

 

Kembali lagi dengan saya Kim Soo Hyun *dipukulsamanenekgayung* maksudnya Mr Root. Ya udah dibaca sajalah, silakan dibaca.

Note : Mr lagi seneng bikin ff oneshot. Mian~ 😀

 

*****

 

Aku tidak tahu sudah berapa kali aku melihat jam tangan yang kupakai, orang ini adalah anak dari teman ibuku. Dia mempunyai masalah dengan mendapatkan teman perempuan dan ibuku merencanakan kencan dengan anaknya disini yang tidak mempunyai masalah dengan mendapatkan teman laki-laki. Beberapa kali aku menolak untuk pergi berkencan dengan orang yang aku belum pernah bertemu, namun pada akhirnya aku pergi bertemu dengannya karena aku dan ibu membuat sebuah persetujuan yaitu jika aku pergi maka aku akan diperbolehkan pergi ke pesta saat libur dengan teman-teman.

 

Aku sekarang berdiri di depan air mancur. Seperti biasa, banyak pasangan yang berada disini dengan membawa bunga mawar merah sebagai simbol untuk bertemu pasangannya. Apa-apaan itu? Hal seperti itu adalah hal yang kuno. Ini menjelaskan bahwa aku akan bertemu dengan tipe seorang laki-laki dengan fashion yang kuno.

 

Dia sudah terlambat 30 menit dan aku sudah kehilangan kesabaran menunggunya. Biasanya orang laki-laki yang menunggu, yapi ini kebalikannya. Kakiku lelah berdiri, jadi aku duduk jongkok dengan memainkan ponselku. Jika dia tidak menunjukkan dirinya di hadapanku setelah 10 menit, aku serius akan pergi.

 

“Hi…” aku mendengar suara pelan serak namun mempesona(?).  Dengan cepat aku menoleh ke sumber suara itu dan bertemu dengan seorang laki-laki dengan rambut pirang, jaket baseball, dan celana jeans. Aku melihat dia dari bawah ke atas dan berfikir bahwa dia tahu fashion, tidak begitu buruk dari perkiraan. Lalu mataku melihat ke wajahnya, dia laki-laki namun terlihat seperti perempuan(?)

 

Aku lalu melihat dia membawa mawar merah. Dan aku melihat ke tanganku bahwa aku juga membawa mawar merah. Oh tidak! Aku mencoba untuk menenangkan diriku. Jika aku ingin pergi ke pesta saat liburan maka aku harus berkencan dengan orang ini.

 

“kau tahu, aku sudah menunggumu selama 30 menit?! Ayo kita pergi sebelum matahari terbenam” aku membuang mawar merah yang kubawa. Lalu membawanya pergi.

 

“lihat, aku sekarang sangat lelah dan lapar. Aku sudah menunggumu selama setangah jam dan aku butuh makanan” aku tetap membawanya ke cafe terdekat yang bisa aku lihat di jalanan ini.

 

Aku menemukan cafe yang bagus setelah berjalan selama 2 menit dan aku membawanya bersamaku tanpa berkata apapun. Setelah aku masuk, aku memsan apa saja yang menurutku terlihat enak di menu. Aku tidak peduli berapapun harganya karena dia yang akan membayar.

 

“bisakah aku mendapatkan ini, ini, dan ini” aku terlalu malas untuk membaca nama makanan itu, jadi aku hanya menunjuknya kepada pelayan. Aku menutup menu setelah memesan apapun yang kuinginkan dan aku melirik ke orang yang duduk dihadapanku.

 

“aku tidak begitu lapar, jadi aku hanya pesan jus jeruk.” Dia senyum ke pelayan.

 

Pelayan itu pergi dan sekarang tinggal kita berdua. Aku sedang melihatnya dan dia juga sedang melihatku.

 

“siapa namamu?”

 

“namaku adalah…”

 

“aaa.. Jangan kuatir tentang itu. Aku tidak berfikir bahwa kita akan bertemu lagi setelah hari ini.” Aku memotong pembicaraannya sebelum dia memberitahu namanya. aku fikir mengapa aku harus mengetahui namanya ketika dia hanya menjadi stranger yang aku kencani hari ini?

 

Tidak tahu apa lagi yang harus aku katakan, aku hanya mengambil ponselku dan memainkannya.

 

****

 

Aku menaruh ponselku ke dalam tas setelah aku mencium bau makanan yang aku pesan sudah datang. Aku lalu memakannya tanpa peduli dengan orang yang ada dihadapanku.

 

Aku kenyanggg!

 

Aku melihat ke orang yang ada dihadapanku sedang menghabiskan jus jeruknya seperti anak kecil.

 

Lucu.

 

“karena kau sudah membuatku menunggu, jadi kau yang bayar.” Aku membersihkan bibirku dengan tisu sebelum aku berdiri dan mulai pergi.

 

Aku fikir dai akan protes tentang itu, tapi dia tidak. Dia hanya mengeluarkan dompetnya dan membayar.

 

“jadi apa yang ingin kau lakukan sekarang.. untuk kencan kita?”

 

Ingin aku lakukan? Jadi dia tidak merencanakan apapun sebelumnya? Oh Tuhan. Aku fikir ini adalah kencan terburuk yang aku lakukan. Pertama, aku harus menunggunya selama 30 menit. Kedua, dia tidak merencanakan apapun untuk ini.

 

“kau ingin pergi kemana?” tanyaku tanpa berfikir. Jika kencan ini adalah kencan terburukku, untuk apa aku menghabiskan energi di otakku untuk berfikir.

 

Dia diam saja dan kita hanya berjalan.

 

“aku tahu!” kata dia tiba-tiba dan membuatku terkejut.

 

Dia dengan senang memegang tanganku dan kali ini dia yang membawaku ke suatu tempat.

 

“hei, lepaskan aku!” aku berteriak tetapi dia hanya tersenyum dan melanjutkan membawaku ke suatu tempat. Aku menyerah dan membiarkan dia membawaku pergi. Tangannya terasa lembut dan hangat. Aku lalu melihat ke wajahnya, dia mempunyai senyum yang lucu.

 

Kita sampai di depan sebuah tempat yang tidak aku ketahui.

 

“yah, tempat apa ini?”

 

“ah, ayo masuk” dia menarik tanganku dan membawa masuk ke tempat itu. Setelah masuk ke tempat itu, seketika wajahku down.

 

“yahh! Kita sudah bukan anak-anak lagi!”

 

“ah, ikuti saja. Ini pasti akan seru” katanya yang membuatku menyerah.

 

Ternyata kita berada ditempat permainan (arcade game). Kita bermain banyak disana, mulai dari siapa yang memasukkan bola basket paling banyak, menari (dance), dan banyak lagi. Dari situ aku tahu, dia pintar menari. Aku juga merasa senang. Kita duduk di salah satu kursi kosong.

 

“apa kau lapar?” tanyanya.

 

Aku mengangguk malu.

 

“ayo, kita cari tempat makan. Aku tahu tempat makan yang enak” ajaknya. “tapi sebelumnya kau harus memakai jaketku dulu. Hawanya sangat dingin” lanjutnya lalu menyerahkan jaketnya kepadaku.

 

Aku tersenyum dengan perlakuannya. Tanpa aku berbicara apapun, dia sudah tahu kalau aku kedinginan.

 

Dia membawaku ke tempat yang sedikit ramai. Disana aku memesan makanan, kali ini dia juga memesan makanan.

 

Aku tidak tahu kalau kencan hari ini akan menyenangkan seperti ini. Dia juga sangat baik padaku. Aku dan dia saling bertatap mata sampai makanan yang kita pesan tiba.

Aku segera mengambil sumpit dan memakannya.

 

“kau sepertinya pemakan yang banyak!” katanya. Aku melihatnya dengan tatapan orang yang  merasa terejek.

 

“tapi aku suka dengan seseorang seperti dirimu yang suka makan. Dari sekian mantanku, mereka selalu takut dengan makan. Jadi, mereka hanya makan sedikit saat bersamaku”

 

Hah mantan? Aku tidak percaya. Oke aku paling tidak bisa berkata tidak pada makanan. Aku tidak seperti kebanyakan perempuan yang selalu menjaga porsi makannya. Itu benar-benar mengganggu.

 

“ah tapi aku juga harus berolahraga setelah makan banyak” kataku.

 

Setelah makan, kita berdua berjalan ke tempat pemberhentian bus. Kita hanya diam tanpa ada yang berbicara. Jujur, aku tidak ingin kencan kita berakhir.

 

“sepertinya kencan kita sudah berakhir” katanya.

Aku hanya diam saja.

 

“ah busnya sudah datang. Hati-hati” katanya. Aku lalu masuk ke bus dan mencari tempat duduk. Aku melihat ke arah jendela. Dia sudah tidak ada di pemberhentian bus. Jujur, aku kecewa. Dia dengan cepat pergi tanpa melihatku dulu. 😦

 

“sepertinya aku harus mengambil jaketku dulu” kata seseorang tiba-tiba yang membuatku menoleh. Itu dia.

 

Dia lalu duduk disampingku. Bibirku tersenyum dengan sendirinya.

 

Situasinya sangat kaku. Diam lagi. Tidak ada suara dari salah satu mulut kita sampai bus berhenti di depan rumahku.

 

Aku mengembalikan jaketnya. Sepertinya memang sudah berakhir.

 

Aku tersenyum padanya lalu menuju ke rumah. Tapi ada yang menarik tanganku. Seketika itu juga aku merasakan sesuatu yang lembut menempel di bibirku. Dia menciumku!! Tapi aku membalas ciumannya sampai…..

 

“Suzy!!!!” teriak seseorang yang sangat familiar. Ah itu ibuku. Kami lalu memperlebar jarak kita.

“kau berciuman dengan siapa!!” ibu siapa yang tidak marah anaknya berciuman dengan seseorang yang baru bertemu hari ini walaupun itu anak dari temannya.

 

“namaku Key. Kim Ki Bum. Ingat itu Suzy” katanya lalu pergi dengan senyum mengembang. Dari mana dia tahu namaku. Tapi setelah itu aku masuk ke rumah dan dihadapkan dengan sosok ibuku.

 

“kamu habis dari mana saja Suzy, jam segini baru pulang?!” tanya ibuku. Aku sedikit bingung dengan pertanyaan ibuku.

 

“aku kan berkencan dengan anak dari temanmu ibu. Apa ibu lupa?”

 

“anaknya temanku menghubungiku kalau anaknya tidak bisa datang. Tadi kau berciuman dengan siapa Suzy?!!” tanya Ibuku. Seketika itu juga aku berlari ke kamarku.

 

“Suzy, jangan kabur!!” teriak ibuku.

 

“lalu aku berkencan dengan siapa? Key? Siapa dia? Tapi aku berharap bertemu dengannya lagi” kataku setelah menutup pintu dan menguncinya.

 

 

-End-

 

 

Selesai juga. Mohon maaf kalau ffnya jelek ya. Biasa otak manusia tidak ada yang sempurna. Komen please!

Salam

 

Mr Root 🙂

Iklan

17 thoughts on “Date with a Stranger (oneshoot)

  1. Omona!!! Author! ini kan ef-ef nc! ff nc 😀 hayo hayo.. 😀
    hah~ seneng banget bisa baca ff key yang sweet kyk gini 😀 jaketnya pake ketinggalan segala 😀 ciye..ciye.. 😀
    tapi eman-eman belum sempet tukerann nomor hape..
    Lanjtukan thor!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s