Mommy (oneshot)

mommy

Cover by Mr Root

Author by Chyme

Main cast        : Park Jiyeon, Jessica Jung

Rating             : PG-13

Genre              : sad

Length             : Drabble, oneshot

Disclaim          : -Don’t take any part of this fiction without permission-

————————————————

 

Hamparan rumput luas mengelilingiku. Mereka bergoyang-goyang mengikuti irama angin. Membuat baunya terasa menusuk di hidung, wangi…segar. Itulah yang kurasakan ketika aku duduk diantara mereka. Nyaman sekali berada diantara hamparan rumput nan hijau ini. Bentangan langit biru terlihat jelas. Burung-burung berterbangan dan awan putih yang membuat suatu simbol pun tak luput untuk menghiasi langit indah ini.Terkadang, banyak sekali orang-orang yang kusayangi terbentuk oleh lembutnya awan. Membuatku semakin merindukannya. Ingin sekali mereka ikut merasakan kebahagiaan yang diberikan alam kepadaku. Tuhan, apakah suatu saat nanti mereka bisa menemukan tempat ini?lalu duduk berdampingan denganku?merasakan indahnya hidup dengan alam luas?

 

Drttt….Drttt…Drttt.

 

            Ponselku bergetar, sebuah pesan masuk.

Sender : Jessica

            Jiyeon,kau dimana?bisakah kau mengangkat teleponku sekali saja?

 

Oh baiklah, aku akan mengangkatnya.

Yespi sha la la la….

Sebuah panggilan masuk. Dari Jessica.

“Halo?” sapanya dari sebrang. Aku hanya diam, tak membalas sapaannya. Terdengar jelas helaan nafasnya, pertanda dia sedang berlari.

“Hhh, La, terima kasih sudah mengangkat teleponku, aku…aku?apa kau baik-baik saja?” imbuhnya.

“Aku baik-baik saja.”jawabku singkat. Selama aku nyaman disini, aku berjanji akan baik-baik saja.

“Hhh, La kau dimana? Dimana kau tidur selama ini? Orang tuamu mencarimu La, ingatlah kau masih mempunyai aku, adikmu, dan ibumu. Kau tahu? Kami semua membutuhkanmu?” Mataku mulai memanas. Tiba-tiba sesuatu mengalir deras dikedua pipiku. Benarkah itu? Apakah mereka semua akan membutuhkanku disaat aku tak ada disamping mereka?

“Jiyeon, apa kau masih disana?Bisakah kau menjawabku? Dengan jawaban yang panjang tentunya. Aku  sangat merindukan suaramu.”sahutnya lagi. Bohong itu semua bohong, yang kau ucapkan itu bohong! Bukankah aku ini hanya orang lain?Kenapa kau merindukanku?Pergilah Sica! Jangan lagi mengusikku dengan perkataan-perkataan seperti itu. Aku tahu kau hanya membantu mereka saja! Uruslah hidupmu Sica! Untuk apa kau capai-capai mencariku demi mereka!. Lidahku kelu. Tangisanku semakin menjadi-jadi. Aku tidak ingin pulang!! Aku tidak mau memiliki keluarga seperti mereka!!

“Katakan Jiyeon, katakan apa yang kau inginkan. Apa yang kau rasakan!!” ucapnya dengan suara yang terdengar bergetar. Apa kau menangis Sica? Apa kau menangisiku? Apa aku sekarang juga penting untukmu?

Ingin sekali aku menjawabnya. Mengutarakan semua yang kurasakan dan yang kuinginkan. Tapi aku tidak bisa. Terlalu berat bagiku untuk merangkai semua kata di dalam otakku.

“Jiyeon? Kau menangis? Pulanglah Jiyeon? Aku yakin kau sangat menyayangi ibu dan adikmu. Pulanglah untuk mereka Jiyeon?”

Pulang?Untuk mereka?

Dadaku semakin sesak ketika memikirkan perlakuan pria itu kepada ibuku. Apa aku bisa bertahan melihatnya diperlakukan seperti itu lagi?Seharusnya aku membawa mereka pergi juga!Dasar pria brengsek!

Hening, tidak ada pembicaraan sama sekali diantara kami. Dan Jessicapun sepertinya menunggu jawaban yang akan aku katakan. Aku berpikir keras, mencari-cari alasan kenapa aku harus kembali, bukankah pergi menghindar dari mereka adalah tidakan yang terbaik?

“Aku..aku…bersama rumput-rumput ini.”akhirnya aku menjawab. Memberitahu dimana aku berada. Bagaimanapun juga, aku harus bertahan. Aku harus membawakan mereka kebahagiaan. Bukan membuat mereka semakin terpuruk. Aku harus berusaha melawan semua emosi gilaku ini, sama seperti rerumputan disini. Mereka semua bertahan hidup bersama-sama. Walau terkadang seseorang tega memotong, membakar, dan menginjak-injak mereka. Termasuk aku, aku selalu berjalan diatas rerumputan ini, menginjaknya. Tapi mereka tetap memberikan yang terbaik untukku. Membuatku nyaman dan bahagia bersamanya.

 

****

 

Aku terbangun dari tidurku. Hari sudah semakin sore, tapi mereka tak kunjung tiba. Aku beranjak dari tempatku tertidur. Memulai langkahku meninggalkan keindahan alam ini untuk sementara. Tiba-tiba samar-samar seseorang memanggilku. Aku membalikkan badan secepat mungkin, memastikan siapa yang memanggilku.

“Kakak!!!!” seorang gadis kecil berumur 4 tahun berlari menghampiriku. Merentangkan tangannya bersiap memelukku. Kurentangkan juga tanganku, menyambut kedatangannya. Dia adalah adikku. Adik yang selalu kubanggakan. Adik yang selalu ku sayangi dan kulindungi.

“Kakak,kakak kemana saja?”tanyanya setiba dipelukanku. Aku menangis sejadi-jadinya. Kenapa aku begitu kekanak-kanakan?meninggalkannya bermain sendiri dirumah. Dan tidak berpamitan padanya sewaktu aku pergi? Apakah aku bisa selalu melindunginya?

Aku masih mengendong adikku. Berjalan menjauh dari tempatku berdiri. Samar-samar aku melihat seseorang berjilbab putih menghampiriku. Perlahan kupercepat langkahku menghampirinya. Hingga jarak kami semakin dekat.

Kini aku berhadapan dengan seorang wanita paruh baya. Matanya bengkak dan memerah. Airmata yang kering dipipi tuanya pun masih terlihat. Mama! Teriakku dalam hati. Air mataku jatuh lagi saat melihatnya tak memelukku. Matanya tajam menatapku. Apa aku sudah mengecewakannya? Apa aku membuatnya marah? Apa aku tak boleh kembali? Apa..apa? berbagai pertanyaan muncul begitu saja di pikiranku.

Aku berlutut didepan ibuku. Menangis di atas kakinya.

“Mama maafkan aku. Aku berjanji akan selalu ada untukmu, tidak akan meninggalkanmu, dimana kau membutuhkanku.”

 

 

END~

Huahahahaha! Gimana? Gimana? Gaje kah? Keren kah? Ada yang nangis gak?? Yah,, paling gak terharu gitu??? *banyakomong*  Okeh,, daripada kebanyakan cingcong,,,yang udah baca,, please kommentnya yah,,,  ^O^

 

By Chyme

 

note Mr Root : ini orangnya lucu, dia author freelance. Kalo mau kaya dia, bisa cek di author freelance. Sering ngirim ff, akan jadi author tetap bersama Mr Root and Mr/Mrs Flaming. sekian~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s