School Story part 4

school story

Author            : Mr Root

Main cast        : Kim Juso (oc), Bae Suzy, Iu (Lee Ji Eun), Baekhyun

Other cast       : Suho, Sehun, Jiyeon

Genre              : friendship, romance, school

 

Hello author update. Maaf baru update, author sibuk sekolah, mohon dimaklumi ya. Oke capcus…..

 

Continue :

 

Keesokan harinya di sekolah.

 

Baekhyun, “Juso, kau sudah ada di sekolah?”

Juso hanya melihat Baekhyun dengan tatapan aneh.

 

Juso, “apakah kau sekarang melihatku?”

 

Baekhyun, “ne, aku melihatmu”

 

Juso, “jadi, menurutmu apa aku sudah ada disekolah?”

 

Baekhyun, “tentu saja, aku tahu”

 

Juso, “jika kau tahu, kenapa kau tanya padaku? Dasar bodoh”

Baekhyun, “yahh.. aku.???” Baekhyun tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena jawaban Juso benar.

 

Juso pun melanjutkan kegiatannya yaitu bermain iphonenya. Baekhyun yang masih memikirkan masalah tadi, jadi bingung sendiri.

 

“kau benar-benar bodoh Baekhyun”, ejek Juso.

 

“yahhh, awas kau! aku tahu kau menyukai Iu!!” teriak Baekhyun, dan pada saat itu juga ada siswa yang masuk ketika Baekhyun berteriak. Juso shock mendengar teriakan Baekhyun.

 

Juso dan Baekhyun melihat siswa yang masuk tersebut, ternyata itu Suzy.

Wajah Juso terkejut melihat Suzy yang ada disana, Suzy hanya menatap mereka berdua aneh. Namun, dengan segera wajah Juso berubah dengan wajah tenangnya lagi.

 

Juso melihat Baekhyun yang segera menjauh dari Juso karena takut. Juso memasang wajah dinginnya. Pintu terbuka lagi,

 

“baby..” itu suara Suho.

 

Suzy hanya melihati Suho yang berjalan ke bangkunya. Tanpa mereka sadari, ada satu pasang mata yang milhat mereka berdua.

 

“yah kau mau kemana?” tanya Baekhyun pada Juso.

 

“berjalan-jalan” jawabnya.

Juso melewati bangku Suzy. Suzy melihati Juso sampai dia keluar dari kelas.

 

“oke aku ikut” kata Baekhyun dengan senyum mengembangnya mengikuti Juso keluar.

 

Di kelas hanya ada Suzy dan Suho.

 

“Baby, kau melihati siapa?” tanya Suho pada Suzy.

 

“ah, bukan siapa-siapa” jawabnya.

 

“baby, pulang sekolah ayo kita makan di cafe kesukaanmu” ajak Suho.

 

“Suho, aku ingin bicara padamu” kata Suzy.

 

“apapun baby” jawab Suho dengan senyum manisnya.

 

“Suho, mianhe, aku ingin putus denganmu” kata Suzy dengan nada bersalah.

 

“baby, kau bercanda bukan? Haha.. aku tahu kau hanya bercanda baby” jawab Suho dengan tampang tidak percaya.

 

“Suho, aku serius” kata Suzy dengan tampang seriusnya.

 

“Suzy, kau tahu kan kalau aku itu sangat menyukaimu, aku tidak ingin putus darimu Suzy-aa!!” rengek Suho pada Suzy, “beritahu aku alasanmu Suzy-a”

 

“Suho, aku tahu kau sangat menyukaiku, tapi maafkan aku, karena aku tidak pernah bisa menyukaimu, aku sudah berusaha untuk menyukaimu tapi itu tidak berhasil” kata Suzy dengan nada sedih.

 

“Suzy, jika aku tidak bisa memilikimu, tolong biarkan aku untuk menjadi temanmu dan biarkan aku untuk menyukaimu, walau aku tahu aku sendiri yang akan merasa sakit” jawab Suho dengan nada sedih dan mata yang berkaca-kaca.

 

“kau akan tetap menjadi temanku Suho, tapi aku tidak ingin kau sakit karena aku. Aku akan merasa terluka bila kau masih tetap menyukaiku sedangkan aku tidak. Aku ingin kau bisa mencari penggantiku, mencari yang lebih baik dariku”.

 

“aku rasa itu sangat sulit”

 

“aku akan terus mendukungmu, Suho” kata Suzy.

Tiba-tiba Jiyeon datang dan mengajak Suzy untuk pergi.

“Suzy, cepat ikut aku, ada masalah dan kau harus tahu” kata Jiyeon panik dan menarik Suzy, “Suho, maafkan aku, aku pinjam Suzy dulu” katanya lagi dengan senyum paksa.

 

Setelah mereka berdua pergi. Suho sendirian di kelas. Sebenarnya perasaannya hancur. Orang yang dicintainya setulus hati, memutuskannya.

 

“Suzy, jika aku tidak bisa memilikimu lagi, maka tidak akan ada seorang pun yang bisa memilikimu” kata Suho pada dirinya sendiri dengan nada yang dingin dan wajah yang dingin pula.

 

…………………………………………………..

 

Jiyeon mengajak Suzy ke lapangan.

 

“yahh Jiyeon, kenapa kau mengajakku ke lapangan?” tanya Suzy marah-marah.

 

“Suzy, cepat lihat ke lapangan, disana ada ribut-ribut tapi aku tidak tahu apa yang terjadi” kata Jiyeon dengan mata yang tertuju pada keramaian yang ada di lapangan.

 

“kau kan bisa mengajak orang lain, kenapa aku?”

 

“yahh Suzy, sebaiknya kita segera kesana, aku melihat Juso sekilas juga ada disana” kata Jiyeon yang membuat Suzy seketika itu juga melihat ke keramaian di lapangan. Mereka berdua masuk ke lapangan juga akhirnya.

 

“yah Juso, apa yang kau lakukan??!!” teriak Suzy yang membuat Juso berhenti melakukan pekerjaan yang dilakukannya sekarang.

 

“Suzy? Apa yang kau lakukan disini? Mengapa ada banyak orang disini?” tanya Juso terkejut.

 

“yah, apa yang kau lakukan disini, kenapa kau tidur dilapangan? Apa kau tidak tahu banyak orang yang mengerubungimu?”

 

“mana Baekhyun?” tanya Juso tiba-tiba dan melihat disekitarnya.

Suzy dan Jiyeon hanya melihat Juso dengan tampang anehnya. Seketika setelah Juso bangun, orang-rang yang mengerubungi Juso perlahan pergi.

 

Suzy dan Jiyeon menggeleng.

 

“aish, Baekhyun membodohiku” kata Juso dengan nada marah dan tidak percaya.

 

Setelah kejadian itu, mereka segera pergi ke kelas karena akan ada ujian menyanyi.

Guru Park membagikan lembaran kepada seluruh siswa di kelas itu. Lembaran tersebut adalah lagu yang harus mereka nyanyikan.

 

“baik anak-anak, lembaran yang kubagikan pada kalian adalah lembaran lagu yang harus kalian nyanyikan” kata Guru Park pada murid di kelas itu.

 

“oke, aku rasa kalian sudah siap, jadi yang aku panggil segera maju ke depan dan menyanyikan lagu dari lembaran yang diterima”, kata Guru Kang dengan senyum bangganya, tidak seperti para murid yang ada di kelas itu, mereka gugup dan panik.

 

……………………………

 

 

“Juso..”

 

“ohh Iu.”  jawab Juso setelah mencari orang yang memanggilnya, “ada ap..” Juso belum menyelesaikan kata-katanya, tapi Iu berlari ke arah Juso dan memeluknya.

 

“Iu?” tanya Juso yang mematung. Juso tahu bahwa banyak mata yang melihat mereka berdua.

 

“biarkan saja, biarkan seperti ini sebentar saja” pinta Iu pada Juso. Mendengar itu, Juso membiarkan dirinya dipeluk, dia tahu bahwa Iu sedang ada masalah. Tapi difikirannya sekarang adalah mengapa dirinya yang dipeluk, bukan teman-teman yang lain yang dekat dengannya.

………..

 

Tidak dirasa, ada pasang mata yang melihat mereka berdua berpelukan yaitu seseorang yang tidak mengetahui perasaannya sendiri atau bingung dengan perasaannya, entah itu cinta, suka, atau teman biasa. Dia tidak bisa membedakan perasaannya itu.

 

 

 

~to be continued~

 

Maaf baru dilanjutin. Author sibuk sekolah. Mohon dikomen ya, no komen no lanjut J

Author sadis

 

Mr Root

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s