7 days part 5

7 days

Cover by Mr Root

Author by Mr Root

Character :

Kim Soo Hyun, Yuri (SNSD)

 

n.b. : Kim Soo Hyun POV

 

 

Hari 5

 

Seperti zombie, itulah aku saat berjalan menuju ruang konser. Aku masih tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Kadang-kadang, aku membenci kenyataan yang begitu banyak karena terlalu rumit.

 

Segera setelah aku sampai di depan gedung konser, aku bertemu dengan pak Jung Soo. Tapi dia menghalangi jalanku untuk masuk ke gedung konser.

 

“maaf nak, ada perintah untukku, bahwa aku tidak boleh membiarkanmu masuk ke dalam gedung”

 

“apaa?!! Apakah bos di dalam??” tanyaku terkejut.

 

“dia ada di…” sebelum pak Jung Soo melanjutkan kata-katanya, aku memaksa masuk ke dalam gedung.

 

Keadaanku sekarang sangat marah, aku membanting pintu belakang panggung dan mencari bos.

 

“apa ada yang salah denganmu?” tanyaku marah pada bos yang sedang mengatur panggung konser.

 

“kau dipecat, dan keluar sekarang” teriak bos padaku dengan tangannya yang mengisyaratkan aku untuk keluar dari gedung.

 

“tidak.. aku tidak bisa. Apa yang aku lakukan sehingga aku harus dipecat?” tanyaku dengan berteriak ke bos.

 

“itu karena bisnis” kata suara seseorang. Aku mencari sumber suara itu dan menemukan seseorang yang tadi malam ke rumahku. Aku sudah tidak terkendali, aku menuju ke tempat bos berada dan akan memukul wajahnya, namun tidak bisa karena diblokir oleh para kru.

 

“lepaskan aku” teriakku pada kru yang memegang tubuhku erat.

 

“bawa dia keluar dari sini!!” perintah bos pada kru yang memegangku.

 

Aku berjuang untuk meloloskan diri saat mereka menyeretku keluar ruangan.

 

“jangan khawatir, kau masih akan mendapatkan gaji dari bekerjamu. Kami sudah menyimpan total gajimu ke rekening bankmu”

 

“aku tidak butuh uangmu” teriakku menjauh dari mereka dan memukul wajahnya.

 

Setelah aku memukul meraka, aku melihat Yuri dan groupmatenya berjalan dengan wajah terkejut mereka yang melihat ke arahku.

 

Aku merasa hatiku berdetak kencang. Cinta dan benci mulai menyelimutiku. Aku ingin berteriak ke arahnya karena dia telah mempermainkan hatiku, tapi aku juga ingin memeluknya dengan erat karena aku merindukannya… Aku merindukannya begitu buruk, sangat buruk…

 

Aku begitu tenggelam pada situasi ini dan lupa sejenak dari apa yang terjadi di sekitarku, sampai ada tangan yang menepuk bahuku. Itu tangan pak Jung Soo. Dia memberiku anggukan, saat tahu aku sedikit menitihkan air mata. Aku benar-benar cengeng. Pak Jung Soo memberikan aku jalan untuk keluar ruangan.

 

“Soo Hyun..!!” Itu suaranya… Dia hanya memanggil namaku. Aku berhenti berjalan dan membalikkan kepalaku, memperlihatkan mataku yang berlinang air mata, perasaan bingung karena dia.

 

Mengapa aku harus berbalik dan menatapnya. Melihat mata minta maafnya menyakiti hatiku lebih.

 

………………………………..

 

“kalau ada kemauan disitu pasti ada jalan. Ini hanya sebuah cobaan, jadi bersabarlah” kata pak Jung Soo padaku. Setelah itu aku meninggalkan tempat konser dan menuju kedai Siwon hyung.

 

……………………

 

Aku lalu bertemu dengan hyungku. Aku tidak dapat menyembunyikan wajah sedihku dihadapannya.

 

“beritahu aku, apa masalahmu! Aku tahu kau ada masalah. Pasti ini karena pekerjaan dan juga gadis yang kau kejar” kata Siwon hyung padaku yang membuatku merasa kaku karena dia mengetahui masalahku.

 

“aku benar-benar payah, aku tidak bisa menyembunyikan masalahku padamu” kataku padanya dan hanya dibalas dengan senyum kemenangan.

 

“sekarang ceritakan padaku!”

 

“aku dipecat, tapi bukan ini masalah yang aku seriusi. Aku merasa bahwa orang yang aku cintai mempermainkan hatiku, dia meninggalkanku begitu saja”.

 

“dia pasti sebenarnya ingin menjelaskan sesuatu padamu”

 

“itu tidak mungkin, aku tidak membutuhkan penjelasannya, aku tahu dia hanya mempermainkanku”

 

“bagaimana bisa kau tidak butuh penjelasannya?! Bagaimana bila dia mempunyai perasaan terhadapmu juga? Apa kau sudah memikirkan hal itu?”

Kata-kata hyung membuatku sadar akan sesuatu. Aku belum sampai memikirkan hal itu. Aku hanya memikirkan diriku sendiri tanpa tahu perasaannya yang sebenarnya.

 

“terima kasih hyung karena sudah menghiburku” kataku.

 

“aku tidak menghiburmu, aku hanya berbicara sesuatu yang logis kepadamu”

 

“ya itulah yang kumaksud hyung” kataku sambil tersenyum kepadanya.

Aku pun bangkit dari tempat dudukku dan pergi meninggalkan kedai. Bukannya aku pulang ke rumah, tapi aku pergi ke sebuah toko yang pernah aku datangi dengan Yuri ketika dia membantuku untuk mencarikan hadiah untuk hyungku, namun pada akhirnya tidak mendapat apa-apa. Aku masuk ke sebuah toko perhiasan dimana aku dan Yuri sempat masuk ke toko ini. Aku bertemu dengan pekerja dari toko itu.

 

 

“kau orang yang sebelumnya kan?” tanyanya padaku.

 

Aku menganggukkan kepalaku.

 

“dimana pacarmu?”

 

“pacar? Tidak.. kami..”

 

“ah saya tahu, pasti anda diam-diam ingin memberinya hadiah dan anda datang kesini?” pekerja itu memotong kata-kataku.

 

Dia mengeluarkan sebuah cincin dan menyerahkannya kepadaku.

 

“dia sangat menyukai cincin ini, saya bisa melihat dari matanya. Tapi saya pikir dia tidak ingin membelinya untuk dirinya, melainkan mendapatkannya dari orang yang dicintai”

 

“tapi..”

 

“anda bisa memberikannya setelah anda mengakui bahwa anda belum pernah memberikannya apa-apa”

 

Aku merengut.. Wanita ini benar-benar tidak ingin aku menyelesaikan perkataanku. Aku mengambil cincin itu dan melihatnya dengan hati-hati. Ini benar-benar indah.

 

“berapa harga cincin ini?”

 

“hanya $500 saja” mataku melebar mengetahui harga cincin ini. Lalu aku tersadar.. mereka sudah mengirim gaji di rekeningku. Aku permisi untuk memeriksa rekening bankku. Aku lalu berlari menuju rumahku dan memecah celenganku. Aku menghitung uangku dan menambahkan uang dari rekeningku.

 

Cukup.

 

Aku kembali ke toko dan menyerahkan uangnya ke meja. “aku mendapatkannya” kataku dengan nafas terengah-engah.

 

“karena kau tampak cocok bersam-sama. Aku akan memberikanmu kotak khusus cincin ini” wanita itu tersenyum ke arahku.

 

Segera setelah dia memberikan tas kepadaku, aku mengucapkan terima kasih dan berjalan keluar. “semoga beruntung. Dapatkan hatinya” katanya saat aku keluar.

 

 

Lalu aku menyadari kebodohanku.

 

Iklan

2 thoughts on “7 days part 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s