My Assistant and Bodyguard part 4 (Final)

my assistant and bodyguard

Cover by Mr Root

Author : Mr Root

cast : Tiffany Snsd, Kim Soo Hyun, L infinite, Yuri Snsd.

Other : Taecyeon 2pm, Siwon suju, snsd.

Genre : romance, life, comedi

Silahkan dibaca.. Don’t be silent readers. by Mr Root………….

 

Continue :

 

Tiffany memikirkan kembali keinginan oppanya untuk pergi ke Amerika. Dia hanya mempunyai dua hari untuk mempersiapkan packing dan juga berpamitan ke teman-temannya serta fans-fansnya. Tiffany pun pergi ke dorm SNSD untuk memberitahu bahwa dia akan ke Amerika.

 

………………

 

“Apaa??!!” teriak para personil SNSD minus Tiffany.

 

“Siwon oppa yang memaksaku” kata Tiffany disertai dengan rengutannya.

 

“kenapa kau tidak menolaknya? Bagaimana dengan karirmu? Apa kau tega meninggalkan kita? Apa kau tega akan meninggalkan fansmu?” tanya Taeyeon.

 

“ehh Taeyeon, satu persatu bertanyanya, aku bingung untuk menjawabnya!!”

 

“baiklah, kenapa kau tidak menolak ajakan Siwon oppa?”

 

“Siwon oppa ingin aku tetap berada disampingnya karena dia butuh dukunganku”

 

“ahh so sweet sekali, balik ke pertanyaan kedua. Bagaimana dengan karirmu?”

 

“aku hanya akan hiatus sementara. Siwon oppa memastikan bahwa aku masih mempunyai karir disini”

 

“berapa lama kau akan hiatus?”

 

“sampai perusahaan di Amerika stabil kembali”

 

“pertanyaan ketiga, apa kau tega meninggalkan kita?” tanya Taeyeon dengan sedih.

 

“yaahh, aku tidak akan tega. Aku juga tidak mau” jawab Tiffany lalu berpelukan dengan Taeyeon diikuti dengan member lainnya.

 

“ahh, aku akan kangen sekali padamu, Tiffany-aa”

 

“cukup berpelukannya, sekarang pertanyaan keempat. Apa kau tega meninggalkan fansmu?”

 

“yaahh, pertanyaan macam apa itu? Tentu aku tidak tega. Teman-temanku saja tidak tega kutinggalkan”

 

“ahh Tiffany-aa, jangan pergi” kata Sooyoung dengan rengekan.

 

“aku juga tidak mau Sooyoung-aa”

 

Suasana di dorm sangat menyedihkan. Setelah itu, Yuri ingin berbicara dengan Tiffany berdua.

 

“ada apa Yuri-aa?” tanya Tiffany penasaran.

 

“ini tentang Soo Hyun!” jawab Yuri.

Mendengar jawaban Yuri, Tiffany sedikit terkejut.

“ada apa dengan Soo Hyun-ssi?”

 

“apa kau tahu bahwa aku menyukai Soo Hyun?” tanya Yuri yang membuat Tiffany lebih terkejut.

 

“a..apa?”

 

“jangan khawatir Tiffany, Soo Hyun tidak menyukaiku, dia hanya mengangkapku sebagai teman saja” jawabnya

 

“a..apa h.hubungannya denganku?” tanya Tiffany sedikit tergagap.

 

“aku tahu kalau kau menyukai Soo Hyun” jawab Yuri serius.

 

“aa..aku tidak menyukainya” jawab Tiffany bohong.

 

“Tiffany-aa, kau tidak usah berbohong padaku, aku tahu dari perlakuanmu pada Soo Hyun. Kau sangat jealous saat Soo Hyun bersamaku kan” kata Yuri dengan senyum smirknya.

 

“apa wajahku sangat memperlihatkan seseorang yang jealous/suka?” tanya Tiffany sedikit aneh.

 

“haha, kau sangat tidak bisa menyembunyikan suasana dari wajahmu” jawab Yuri dengan tertawa.

 

“ahh kau..!!!” kata Tiffany dengan nada marah.

 

“lebih baik kau bertemu dengan Soo Hyun, atau kau akan menyesal” kata Yuri serius.

 

“benarkah?? Mengapa aku akan menyesal?”

 

“karena aku akan merebut Soo Hyun darimu, jika kau tidak bertemu dengannya”

 

“aku pergi dulu, Yuri-aa” kata Tiffany meninggalkan Yuri. Yuri yang disana hanya tertawa melihat tingkah Tiffany.

……………..

 

Tiffany segera menuju ke restoran Nichkhun, dimana Soo Hyun bekerja. Sampai disan Tiffany bergegas masuk, ia tanpa sengaja menabrak seseorang didepannya.

 

“mianhe” maaf Tiffany pada seseorang itu.

 

“Tiffany!!!” kaget orang itu.

 

“ahh Nichkhun” balas Tiffany dengan senyuman paksa.

 

“sedang apa kau disini? Kenapa buru-buru sekali?” tanya Nichkhun yang melihat Tiffany buru-buru sampai menabrak dirinya.

 

“ah aku ada urusan dengan salah satu pekerjamu”

 

“siapa? Soo Hyun?” tanya Nichkhun langsung.

Tiffany yang mendengar itu langsung terkejut. Bagaiman Nichkhun tahu kalau dia ada urusan dengan Soo Hyun.

 

“bagaimana kau tahu?” tanya Tiffany.

 

“aku sudah curiga kepada kalian kemarin saat berkunjung ke restoranku” kata Nichkhun, “Soo Hyun ada di dapur” lanjutnya sambil tersenyum.

 

“gomawo” jawab Tiffany dengan senyum mengembang lalu pergi ke dapur.

…………

 

Tiffany segera menuju ke dapur untuk bertemu dengan Soo Hyun. Dia mencari Soo Hyun namun tidak ketemu juga. Tiffany depresi lalu meninggalkan dapur, namun langkahnya terhenti karena ada seseorang memegang pinggulnya dan memeluknya dari belakang. Tiffany terkejut, siapa yang memeluknya dari belakang. Dia pun marah-marah dan berteriak ke seseorang itu.

 

“yaahh! Siapa kau?” teriak Tiffany pada seseorang itu.

 

“kau akan tahu sendiri” kata seseorang itu. Setelah mendengar suara seseorang itu, Tiffany tahu siapa pemilik suara itu. Dia pun diam dengan keadaan seperti itu.

 

“tetaplah seperti ini, sebentar saja” pinta seseorang itu.

Tiffany hanya diam saja karena dia ingin waktu berjalan lebih lama.

……………………

 

Seseorang itu melepaskan pelukannya dari Tiffany. Dan membalikkan tubuh Tiffany untuk menghadapnya.

 

“maafkan aku karena aku sudah pernah menyakiti hatimu dan juga telah lancang memelukmu tadi” kata seseorang itu yang membuat mata Tiffany berkaca-kaca.

 

“Soo Hyun” panggil Tiffany pada seseorang itu, lalu memeluknya lagi.

 

“mianhe Tiffany-, apakah kau memaafkanku?” tanya Soo Hyun disela-sela pelukannya bersama Tiffany.

 

“kau memang ex-asistenku yang pabo, tentu aku memaafkanmu” kata Tiffany sambil sedikit memukul Soo Hyun.

Mendengar itu Soo Hyun tersenyum, begitu juga dengan Tiffany. Mereka berdua tidak memperdulikan sekitarnya yang melihat mereka berdua berpelukan.

 

“gomawo Tiffany-.” Kata Soo Hyun, “apakah kita harus berpelukan terus? Punggungku pegal”

Mendengar itu, Tiffany segera melepaskan pelukannya.

“Soo Hyun, aku ingin bicara denganmu namun tidak disini”

 

“ayo kita ke taman” ajak Soo Hyun, “aku akan izin pada bosku”

Tiffany hanya mengangguk saja.

 

………………………………

 

Di taman, mereka berdua berjalan bersama-sama sambil bergandengan tangan. Sangat bahagia, itulah yang dirasakan mereka berdua.

 

Mereka pun duduk di salah satu kursi kosong, masih bergandengan tangan tentunya.

 

“kau ingin bicara apa Tiffany” tanya Soo Hyun namun seketika dia melihat wajah Tiffany yang sedih.

 

“kau kenapa Tiffany?” tanya Soo Hyun khawatir.

 

“aku akan pergi ke Amerika” jawab Tiffany dengan menundukkan kepalanya.

Soo Hyun hanya bisa diam saja, dia pun melihat ke langit.

“langit sungguh cerah” kata Soo Hyun sambil memandang ke langit. Tiffany melihat ke arah Soo Hyun. Namun, dia sungguh terkejut setelah melihat ada air mata yang keluar dari mata Soo Hyun.

 

“Soo Hyun?” panggil Tiffany dengan nada sedih. Soo Hyun menoleh ke Tiffany dan menghapus air matanya.

 

“ahh aku hanya kelilipan” kata Soo Hyun dengan senyumnya. Tiffany tahu kalau Soo Hyun berbohong, namun ia diam saja dan masih melihati wajah Soo Hyun.

 

“kapan kau akan berangkat?” tanya Soo Hyun.

 

“besok” jawab Tiffany sedikit menitihkan air mata dan menundukkan kepalanya. Dia tidak ingin Soo Hyun melihatnya menangis.

 

Soo Hyun tahu kalau Tiffany menangis, dia pun segera memeluk Tiffany. Karena perlakuannya itu, Tiffany semakin deras tangisannya. Soo Hyunbisa merasakannya walau Tiffany tidak mengeluarkan suara, itu karena dia merasakan bajunya basah disekitar lehernya.

 

“yah, kenapa menangis? Ayo kita bersenang-senang sebelum kau berangkat ke Amerika” kata Soo Hyun lalu bangkit dari duduknya dan mengajak Tiffany berjalan-jalan.

 

Meraka pun berjalan-jalan dan bersenang-senang berdua. Ah ada satu hal. Tiffany memakai topi dan syal jadi dia tidak begitu diketahui oleh orang.

 

Karena perasaan senangnya, mereka sampai lupa waktu.

 

“ahh Tiffany, hari sudah semakin gelap. Ayo kuantar pulang” ajak Soo Hyun.

 

Soo Hyun pun mengantarkan Tiffany sampai di depan rumahnya. Setelah itu, Soo Hyun meninggalkan Tiffany, namun dia segera membalik badannya karena ada tangan yang menariknya, dan pada saat itu juga dia merasakan ada sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Soo Hyun masih shock dengan ciuman tiba-tiba dari Tiffany, jadi dia diam dan tidak membalas ciuman itu.

 

Tiffany melepaskan ciumannya, karena dia tahu bahwa Soo hyun tidak membalas ciumannya. Dia pun segera meninggalkan Soo Hyun dan masuk ke rumahnya. Namun tanpa ia duga, Soo Hyun segera berlari ke Tiffany dan mencium bibir Tiffany lembut. Mereka berdua menutup mata dan saling membalas ciuman mereka.

 

Hari semakin larut, mereka berdua pun melepaskan ciuman mereka.

“Soo Hyun, janji padaku bahwa kau akan menungguku” kata Tiffany serius.

 

“aku berjanji. Tiffany, janji padaku bahwa kau akan kembali kepadaku” kata Soo Hyun bergantian.

 

“aku berjanji” jawab Tiffany dengan senyum mengembangnya.

…………………

 

Mereka berdua menjadi sepasang kekasih yang tak terpisahkan.

 

1 tahun kemudian.

 

Tiffany mempunyai karir di Amerika dan Korea. Soo Hyun mempunyai restoran sendiri. Mereka berdua masih menjadi sepasang kekasih yang setia. L membuka hatinya lagi untuk orang lain, yang tak lain adalah Yuri.

 

“hei, kau mau kemana?” teriak Yuri pada L yang berlari ketakutan.

 

“ampuni aku, chagiya!!” teriak L masih sambil berlari.

 

Begitulah kehidupan mereka sekarang ini. Masa depan seseorang tidak ada yang tahu. Jadi jangan berputus asa sebelum kamu menegetahui ke depannya.

 

Salam tamat. Mr Root 😉

Iklan

3 thoughts on “My Assistant and Bodyguard part 4 (Final)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s