7 days part 3

7 days

Cover by Mr Root

Author by Mr Root

Character :

Kim Soo Hyun, Yuri (SNSD)

 

n.b. : Kim Soo Hyun POV

 

………………………

 

Hari 3

 

Hari ini adalah hari liburku untuk mengantar pizza dan susu. Haha, ini yang aku sukai liburrr. Aku bisa melakukan apapun saat libur. Namun aku masih penasaran dengan gadis itu dan girl group yang akan konser di gedung aku bekerja. Aku mendengar bahwa yang akan tampil adalah girl group terkenal yaitu SNSD. Aku tidak tahu girl group itu.

 

Sebelumnya di gedung konser sudah terpasang poster mereka, namun hanya nama dan foto album saja yang terpampang di poster.

 

Aku ingin mencari tahu SNSD itu di internet, namun aku selalu lupa.

 

Aku pun segera pergi ke gedung konser tempatku bekerja. Yah, aku sudah mulai akrab dengan penjaga gedung ini, karena setiap pagi aku selalu menyapanya.

 

“selamat pagi, pak Jung Soo” sapaku padanya.

 

“selamat pagi nak, bekerja yang giat” katanya sambil senyum dan melambaikan tangannya kepadaku.

 

“seperti biasa!!” kataku sambil tertawa dan membalas lambaiannya. Aku pun segera masuk ke gedung. Dan seperti biasa, sangat ramai.

 

“Soo Hyun!!” ada seseorang yang memanggilku, aku pun segera menoleh.

 

Itu Bos!!

 

“iya bos, ada apa?” tanyaku sedikit gugup.

 

“ahh, aku hanya ingin menyuruhmu untuk membenahi lampu disana” suruh bos sambil menunjuk ke lampu yang harus aku benahi.

 

“baik bos” kataku sambil membungkuk padanya lalu menuju ke lampu itu.

 

Aahh untung tidak ada apa-apa. Aku segera membenahi lampu yang rusak. Namun tanpa sengaja aku terkena tusukan dari kaca lampu yang sedikit pecah.

 

Ahh darah.. “kenapa banyak sekali” teriakku setelah melihat tanganku dan aku segera berlari ke tempat obat-obatan.

 

“perban” itulah yang melekat pada tanganku sekarang. Bos menyuruhku untuk istirahat, dia tahu aku tidak bisa melakukan hal itu lagi karena tanganku ini.

 

Aku pun meminta izin pada bos untuk tidak bekerja hari ini karena tanganku ini. Bos pun memaklumi keadaanku, jadi dia setuju saja.

 

Aku pergi ke toko-toko. Itu karena Hyungku, Siwon akan berulang tahun.

 

Aku menyusuri toko-toko yang berbeda, namun tidak ada yang sesuai dengan yang kucari. Karena aku juga bingung hadiah apa yang harus kuberikan kepada hyungku ini.

 

Aku sedang berjalan-jalan, namun langkahku terhenti karena aku melihat wajah yang familiar keluar dari butik dengan membawa banyak tas.

 

Banyak sekali belanjaannya.

 

Aku segera mendekatinya dan berjalan di belakangnya. Tanpa berkata apa-apa, aku segera menyambar barang-barang yang dibawanya.

 

“oh Tuhan, kau mengagetkanku” teriaknya padaku.

 

Ku hanya tersenyum dan terus berjalan.

 

“aku hanya berfikir bahwa kau membuatuhkan bantuan”

 

“apakah kau semacam penguntit? Kau selalu muncul tiba-tiba entah dari mana”

 

“hey..hey.. aku bukan seorang penguntit, oke? Ini hanya kebetulan karena aku juga ada disini. Ahh, dan jangan sebut ini sebuah.. takdir?”

 

“sedang apa kau disini? Cowok biasanya tidak berbelanja”

 

“memang benar, aku hanya ingin membeli sebuah kado untuk kakakku, aku bingung ingin membeli apa untuknya”

 

Tanpa kuduga dia menyeretku ke sebuah kedai kopi terdekat. Aku hanya memesan moccachino. Kami duduk di sofa dan disana dia bertanya tentang hyungku.

 

“kenapa kau tertarik pada hyungku?”

 

“yah, aku tidak tertarik dengan hyungmu? Aku saja tidak pernah bertemu dengan hyungmu”

 

“err.. maksudku kenapa kau mau membantuku?”

 

“emm, tidak ada. Mari kita katakan, aku hanya ingin membantumu mencarikan sesuatu untuk hyungmu”

 

“k..kau mau melakukannya” kataku tidak percaya.

 

“aku sudah menyusuri semua toko disini, jadi mengapa tidak? Aku hampir membeli barang di setiap toko yang kumasuki”

 

“hah? Apa kau gila?”

 

“tidak”

 

Di sisa hari ini dia menyeretku ke hampir semua toko yang kita lewati. Aku bagaikan seorang budak yang dibawanya terus. Sampai akhirnya dia berhenti, begitu juga aku. Dia melihat wajahku.

 

“kau terlihat sia-sia” katanya padaku dan tertawa.

 

“bagaimana bisa kau tidak lelah setelah seharian berjalan mengelilingi toko?” tanyaku dengan nada yang lelah.

 

“tidak juga, ini semacam olahraga buatku” katanya sambil menjulurkan lidah ke arahku.

 

Aku hanya memandang aneh dirinya. Namun, wajahnya seketika berubah menjadi dingin setelah melihatku. Aku takut dengan wajahnya yang berubah seketika. Itu seperti dia akan membunuhku. Jadi aku hanya memalingkan wajahku.

…………….

 

Pada akhirnya tidak ada yang cocok dengan yang ingin kuberikan pada hyungku. Kami pun duduk di salah satu kursi kosong.

 

“pada akhirnya tidak mendapatkan apa-apa” kataku padanya.

 

“kau benar-benar payah” ledeknya padaku lalu menjulurkan lidahnya lagi.

 

Aku hanya tersenyum ke arahnya.

 

“kenapa kau tidak membuat lagu saja” katanya seketika.

 

“aku tidak bisa”

 

“kau pabo”

 

“heii, aku hanya tidak bisa melanjutkannya, itu karena aku selalu berhenti di tengah”

 

“ya kan, kau benar-benar pabo” katanya, “ahh tiba-tiba kakiku sakit”

 

Aku segera melihatnya dan melihat kakinya. Aku pun bangkit dari dudukku dan berlutut dihadapannya. Aku membuka sepatunya.

 

“apa yang kau lakukan?”

 

“santai saja..”

 

Aku segera memijat kakinya. Termasuk kaki yang terdapat bagian otot betisnya. Aku rasa, dia pasti kesakitan setelah berjalan berjam-jam. Aku melukan itu dikedua kakinya. Setelah menyelesaikan itu, aku segera memasang kembali sepatunya dan bangkit untuk duduk disampingnya lagi.

“kau lapar?”

 

Dia tidak menjawab tetapi sebaliknya aku melihat wajahnya memerah. Lucu.

 

Sebelum menunggu jawabannya, aku berkata, “tunggu disini”. Aku pun pergi ke penjual hotdog terdekat.

 

Aku kembali dengan membawa 2 hotdog dan 2 jus jeruk. Kami menyaksikan orang-orang yang berjalan dan mobil yang melintas.

 

“aku akan memikirkannya”

 

“hah?” tanyanya bingung.

 

“aku akan memikirkan untuk membuat lagu”

 

Aku melihat matanya yang membuatku terpesona, “terima kasih” kataku.

 

Dia tersenyum dan tersipu.

 

Segera kita hilang di dunia masing-masing. Mencoba membaca apa yang ada difikirannya lewat matanya. Segera, bibirnya menangkap mataku.

 

Aku mulai condong ke arah dirinya.

 

“apakah mungkin jatuh cinta pada seseorang yang baru kau temui selama tiga hari?” tanyaku dengan lembut kepadanya.

 

“apakah itu?”

 

Aku membungkuk lebih dekat di titik dimana kita bisa merasakan nafas masing-masing.

 

“miss ice no name..” bisikku padanya.

 

“yahh, kau pabo”

 

“aku fikir… aku sudah jatuh cinta padamu” kataku lalu menutup jarak antara kami.

………………………

 

 

Comment?

Iklan

2 thoughts on “7 days part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s