7 Days part 2

7 days

Cover by Mr Root

Author by Mr Root

Character :

Kim Soo Hyun, Yuri (SNSD)

 

n.b. : Kim Soo Hyun POV

 

………………………

 

Hari 2

 

Pada hari kedua aku berangkat ke aula konser. Aku berangkat dua jam sebelumnya. Pak Jung Soo terkejut melihatku datang seawal ini.

 

“apa yang membawamu kesini pagi-pagi nak?” tanyanya padaku.

 

“ini rahasia. Aku ingin mencoba berdiri di atas panggung dan merasakan atmosfernya” bisikku padanya sambil tersenyum.

 

“kamu juga bermimpi sebagai seorang penyanyi/performer?”

 

“saat aku kecil, aku bermimpi menjadi seorang komposer atau penyanyi, maka dari itu aku belajar bagaimana cara menggunakan gitar, keyboard, dan drum”

 

“kau anak berbakat” katanya.

 

“ahh tidak juga, aku pernah menulis dan membuat beberapa lagu. Namun, tidak ada yang jadi, itu karena aku selalu berhenti di tengah-tengah”

 

“kau tahu apa yang mungkin menjadi masalahmu?”

 

“apa??” tanyaku padanya penasaran. Mungkin dia bisa memecahkan masalahku.

 

“Mungkin kau hanya perlu beberapa inspirasi. Musik adalah seni. Ini adalah ekspresi perasaan sang komposer. Sebuah musik yang bagus adalah sesuatu yang akan membuat kamu merasa apa yang komposer merasa ketika ia membuat musik. Itulah bagaimana aku melihatnya. Ada beberapa komposer yang membutuhkan banyak inspirasi untuk membuat karya. Siapa tahu, kamu mungkin bisa menemukan sesuatu yang akan memicu emosi kamu dan membuat karya pertamamu” katanya dengan sangat jelas.

 

“kau tahu banyak pak Jung Soo!!” kataku dengan senyum mengembangku. Aku tidak tahu bahwa seorang penjaga bisa mengetahui banyak soal musik.

 

“Hahaha … aku sudah berada di gedung konser ini selama 15 tahun, dan aku baru saja mendengar bahwa dari komposer yang juga melakukannya di sini”

 

Setelah perbincangan dengan pak Jung Soo, aku masuk dan menuju ke panggung.

 

Aku segera memainkan gitarku dan mencoba untuk membawakan lagu yang kutulis sebelumnya. Lagu yang belum selesai tentunya.

 

Aku pun membawakan laguku sambil bernyanyi. Setelah itu, aku berhenti di tengah-tengah nyanyian, karena di tempat itu aku selalu terjebak.

 

“kenapa kau berhenti? Aku sangat menikmatinya” suara seseorang yang membuatku menyadari bahwa aku tidak sendirian.

 

Pandanganku segera menuju asal dari suara itu. Aku melihat seorang gadis berambut panjang dan mengenakan topi yang membuatku tidak bisa melihat wajahnya. Namun aku menjawabnya.

 

“aku tidak bisa melanjutkannya” kataku yang membuat gadis itu tertawa. Dia menuju ke tempat aku berada dan melepas topinya.

 

Setelah melepas topinya, wajahnya membuat aku terpana. Dia benar-benar cantik. Dalam beberapa saat, aku serasa ada di surga.

 

“jadi apakah kau seorang penyanyi?” tanyanya membuyarkan lamunanku.

 

“H-Hah? Ah … tentu tidak k k …” Aku tergagap. Sial, hatiku berdetak begitu cepat.

 

“Hahaha … Kenapa kau tergagap?” tanyanya.

“Aku-aku … Siapa kau sebenarnya? Saya tidak melihatmu kemarin dengan kru. Bagaimana kau bisa masuk?” tanyaku padanya untuk mengalihkan pembicaraan.

 

Dia mengangkat alisnya dan menyilangkan tangannya, “kau harus menjawab pertanyaanku dulu, sebelum aku menjawab pertanyaanmu”

 

Oke, aku baru saja mengetahui sifat dingin didirinya.

 

“sebelum aku menjawab pertanyaanku, sedang apa kau disini? Apa kau menyelinap disini? Jika iya, segeralah keluar dari sini sebelum pak Jung Soo, penjaga, menangkapmu”

 

“mereka bisa menangkapku, jika mereka mempunyai keberaniaan untuk menangkapku. Lagipula aku sudah tidak mood disini, jadi aku akan keluar” katanya lalu meninggalkanku disini.

 

Dia cantik namun sikapnya itu.. arggh..

 

Aku bangkit dari gitarku dan pergi keluar untuk membeli makanan di salah satu kedai makanan. Tanpa kusangka aku melihat gadis itu sekali lagi sedang duduk sendirian. Wajahku menyeringai melihatnya lagi.

 

Aku memesan makananku.

 

“ayolah aku hanya ingin duduk disini untuk menemanimu yang sendirian” kudengar seseorang berkata seperti itu dengan wajah kesal. Ternyata dia ingin duduk dengan gadis yang berbicara denganku tadi pagi.

 

Aku membawa makananku menuju meja gadis itu. “permisi” kataku pada laki-laki yang ingin duduk dengan gadis itu.

 

“hei siapa kau??!!” tanyanya kesal padaku.

 

“aku pacarnya, dia sedang menungguku” kataku padanya. Kulihat gadis itu sedikit terkejut dengan kata-kataku.

 

“tapi kulihat dia udah duduk sendirian sebelumnya” kata laki-laki itu.

 

“karena antrian memesan makanan panjang, maka dia duduk sendirian, sementara aku memesan makanan” kataku membohonginya.

 

Kulihat dia tidak percaya padaku.

Aku duduk di depan gadis itu dan berbisik.

“aku hanya ingin membantumu supaya kau tidak diganggu oleh monster ini. Jadi berpura-puralah menjadi pacarku, atau kalau tidak akan terjadi perkelahian” bisikku padanya setelah itu aku tersenyum padanya.

 

Kulihat dia tidak meninggalkan tatapan kepadaku yang sedang memakan makananku.

 

*tuukkk*

 

“yah, kenapa kau memukulku?” tanyaku padanya sambil memegang dahiku.

 

“itu karena kau menggodaku” katanya.

 

Apa??

 

Oh aku tahu sekarang.

 

Tapi kenapa dia memukul kepaalaku dengan keras? Ini benar-benar sakit.

 

“aku sudah bilang, aku hanya bersikap ramah…”

 

“kemudian berhenti menjadi ramah” katanya

 

“kau tahu aku tidak bisa meninggalkan cara itu” kataku sambil tersenyum.

 

Karena akting kita, kulihat orang yang mengganggu gadis itu pergi dan kami tertawa melihat itu.

 

Aku berhenti tertawa dan menatap gadis di depanku yang sedang tertawa. Aku ingin waktu ini berjalan dengan lama, karena aku tidak ingin melewatkan pemandangan dihadapanku. Mungkin karena aku memandanginya terus, gadis itu berhenti tertawa.

 

“kau manis” kataku jujur padanya. Kulihat wajahnya menjadi bingung.

 

“kau seperti orang bodoh” katanya membuatku tertawa.

 

“aku tahu” kataku lalu, “Kim Soo Hyun” sambil menyodorkan tanganku.

 

“apa?” tanyanya melihat tanganku lalu wajahku.

 

“Kim Soo Hyun” kataku lagi, “itu namaku”

 

“jadi?”

 

“aku menyodorkan namaku karena aku juga ingin mengetahui namamu”

 

“aku tidak memintamu untuk menyodorkan namamu karena aku tidak ingin tahu. Dan aku tidak akan memberitahu namaku walau kamu sudah memberitahu namamu” katanya lalu bangkit dan pergi.

 

Aku segera bangkit dan mengikutinya dari belakang, karena takut laki-laki yang mengganggunya muncul kembali. Dia mengenakan topinya lagi dan berjalan menunduk.

 

Dia berhenti berjalan dan berbalik.

 

“kenapa kau mengikutiku?”

 

“aku takut jika seseorang yang mengganggumu tadi melihatmu berjalan sendirian” kataku lalu, “kau bisa mengabaikanku dan berjalan seperti biasa”

 

Dia pun melanjutkan jalannya dengan cepat.

 

Kulihat dia masuk ke sebuah hotel mewah di kawasan Seoul. Aku pun segera kembali ke tempat pekerjaanku.

 

“SNSD akan latihan di gedung ini selama dua hari sebelum konser. Jadi, persiapkan segala sesuatunya dengan matang, karena grup idol ini sangat terkenal. Aku tidak ingin ada kesalahan selama latihan maupun saat konser. Jadi mari kita bekerja keras” umum Bos pada seluruh kru konser.

 

“siap bos” jawabku bersamaan dengan kru lainnya.

 

Setelah pengumuman dari bos. Aku kembali ke kedai hyungku. Selama perjalanan wajah gadis itu selalu terngiang di fikiranku. Aku benar-benar terpesona padanya.

 

Sesampainya di kedai, seperti biasa, hyungku menanyakan kabar tentang bagaimana pekerjaanku, dan aku menjawab, melelahkan dan menyenangkan.

 

“jangan lupa antar susu-susu itu” kata hyungku menyuruh mengantarkan susu.

 

“baik hyung, tapi aku istirahat sebentar” kataku lalu duduk di salah satu kursi. Siwon hyung duduk disampingku.

 

“apa yang kau fikirkan sekarang?” tanyanya.

 

“seseorang” jawabku.

 

“apakah dia seorang wanita?” tanyanya dengan senyum.

 

“yap”

 

“kau pasti sedang jatuh cinta”

 

“mungkin hyung, tapi aku hanya bertemu dengannya tadi!”

 

“itu cinta pada pandangan pertama” katanya lalu tertawa.

 

“mungkin hyung juga akan jatuh cinta padanya, sepertinya dia adalah seorang dari grup idol disini”

 

“ahh aku jadi penasaran” kata Siwon hyung, “aku akan kembali ke dapur, ada pelanggan” katanya lagi lalu meninggalkanku.

 

Setelah beristirahat,  aku segera mengantarkan susu ke rumah-rumah sekitar yang memesan.

 

Oh iya sebelumnya, Siwon hyung mempunyai kedai dan itu adalah kedai pizza dan susu.

 

Berada di kenyataan sekarang. Siwon hyung menyuruhku untuk mengantar pizza ke seseorang.

Sekarang aku ada di depan sebuah hotel mewah yang kulihat kemarin karena mengantarkan gadis itu.

 

Aku masuk dan menaiki lift. Aku menuju ke kamar nomor yang tercantum pada kertas yang kubawa.

 

Sampai di depan kamar, aku memencet bel. Tidak menunggu lama, pintu terbuka. Aku terkejut karena melihat gadis itu lagi dihadapanku.

 

“kau??!”

 

“hii, miss no name, kita bertemu lagi” kataku padanya dengan senyum lebarku, “pengiriman pizza”

 

“yaaiyy pizza” kata seseorang di dalam kamar. Dia menuju ke tempatku dan mengambil pizza itu. Kulihat di dalam kamar itu ada banyak gadis catik-cantik yang sebaya dengannya.

 

Lalu gadis dihadapanku membayar uang pizza padaku.

 

“terima kasih sudah memesan pizza di kedai kami” kataku lalau membungkuk padanya. Dia sepertinya terkejut dengan kelakuanku. Aku pun segera pergi meninggalkan tempat ini, namun sebelum aku pergi aku melihat senyum diwajahnya….. . .  .

Iklan

5 thoughts on “7 Days part 2

  1. Jinjja?? masa bener si kim soo hyun gak tau kalo itu artis??? woy!! soo hyun hidup di jaman kapan lu emangnya???? .__.
    oh ya thor.. itu..ide ceritanya menarik..cmn kecepetan.. pendeskripsiannya kurang feel gitu.. 😀 tp overall oke deh.. nyambung XD
    next.. ^O^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s