Danger Love part 2

dangerlove1

Cover by Mr Flaming

Author by Mr Root

Character :

Kim Soo Hyun, Jung Eun Ji (A PINK), Seo In Guk, MinHo (Shinee)

 

Kim Soo Hyun POV

“ahh akhirnya pelajaran selesai juga” bicaraku sendiri sambil membereskan buku-bukuku.

Aku mencoba untuk melihat ke arah Eunji. Dia melihatku balik, tapi lalu memalingkan wajahnya.

“ahh gadis ini”

Eunji sudah keluar dari kelas begitu juga denganku yang buru-buru pergi ke arena basket untuk latihan.

…………………..

“maaf aku telat”

“yaahh Soo Hyun, kau telat lagi, apa kau main game lagi? Lari 5 putaran sekarang juga” kata kapten tim basketku yaitu Minho.

“aiisshh”

Aku berlari mengelilingi arena sambil mencoba melihat di sekitar kursi penonton. Kulihat di kursi penonton banyak sekali gadis-gadis yang menonton. Bisa dibilang, mereka adalah fangirlnya Minho.

“mereka kurang kerjaan sekali” kataku lalu tanpa sengaja melihat ke seseorang yang familiar di kursi penonton.

“bukannya itu Eunji? Apa yang dia lakukan disini?” celutukku.

Kulihat, Eunji sedang melihat ke arah Minho.

“apa dia juga penggemar Minho? Ahh, aku tidak percaya”

Aku berlari terus sambil melihati Eunji. Tiba-tiba Eunji melihat ke arahku.

“astaga” aku segera memalingkan wajahku.

“semoga dia tidak tahu” celutukku.

Selesai berlari, kami pun berlatih basket.

“yahh kenapa kau lambat sekali, seharusnya kau langsung passing bola itu padaku” marah Minho pada salah satu temanku yaitu Luhan.

“mianhae kapten, aku tidak bisa berlari secepatmu” maaf Luhan sambil menundukkan kepalanya. Luhan adalah tipikal orang yang pemalu dan penakut.

“kemana In Guk? Tidak biasanya dia absen” tanyaku pada diriku sendiri yang baru menyadari tidak kehadiran temanku, Seo In Guk.

Aku mencoba melirik ke arah bangku penonton. Kulihat Eunji masih disana dan juga para penggemar Minho yang benar-benar gila itu.

“yahh, sebenarnya apa yang dia lakukan disini? Apa dia benar-benar penggemar Minho? Ini benar-benar menyulitkanku sekarang! In Guk!! Kau salah memilih orang!!!” celutukku sambil memegang kepalaku yang pusing mendadak.

Luhan melihat ke arahku.

“apa kau baik-baik saja?” tanyanya.

“aku punya migrain, jangan kawatirkan aku, sedikit istirahat pasti akan sembuh”

Akupun segera menuju ke bangku pemain dan tiduran disana. Dan aku tertidur.

………………..

Akupun bangun dari tidurku dan tidak melihat seorang pun disini.

“ahh benar-benar tidak ada yang peduli padaku?” kataku kesal.

“yahhh, kenapa kau tidur lama sekali? Aku sampai kesal”

Aku mendengar suara yang keras disampingku yang sama sekali tidak aku tahui.

“Eunji, apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau menungguku?”

“aku hanya kasian padamu karena tidak ada yang peduli padamu, semua meninggalkanmu disini sendirian, karena kau bermain baik tadi, jadi aku menunggumu”

“hahh, apa dia melihati terus saat bermain basket tadi?” tanyaku pada diriku sendiri yang sedikit terkejut.

“ayo kuantar pulang”

“aku bisa pulang sendiri”

“ini untuk rasa terima kasihku karena kau menjagaku saat tidur”

“aku tidak menjagamu, aku hanya kasian karena tidak ada yang menemanimu” omelnya lalu, “baiklah, karena aku takut kejadian kemarin menimpaku lagi”

Akupun lalu menggandeng tangannya. Kulihat dia terkejut dengan tingkahku padanya.

“apa kau nervous dekat denganku sekarang?” gangguku pada Eunji yang masih shock.

“yahhh, itu hanya ada dimimpimu, lepaskan tanganku sekarang. Ini membuatku kurang nyaman”.

Aku pun segera melepaskan genggaman tanganku padanya lalu berjalan di depannya.

“aku rasa ini bisa mempermudah tugasku” celutukku sambil tersenyum.

“Soo Hyun!!” seseorang dari belakangku meriakkan namaku, aku menoleh.

“wae?”

“kenapa kau meninggalkanku?”

Aku baru menyadari bahwa aku sudah melamun dan tidak sadar aku berjalan terlalu cepat sehingga aku meninggalkan Eunji dibelakangku.

“ahh mianhe, aku melamun”

“apa yang kau lamunkan?” tanya Eunji serius padaku. “apa itu seorang yang kau suka?” tambahnya.

“umm, iya” jawabku bohong.

Kulihat Eunji diam saja dengan jawabanku.

“ayoo, cepat. Sebentar lagi gelap” kataku menggandeng tangan Eunji lagi.

…………………….

“Gomawo Soo Hyun-ssi” kata Eunji lalu akan masuk dalam rumahnya.

“ummm, Eunji-ssi!!” panggilku, lalu Eunji berbalik menghadap ke arahku.

“ne”

“bisakah kita berteman?”

“mungkin, tapi ada satu syarat”

“ahh baiklah, apa syaratnya?”

“aku tidak ingin kau terlalu dekat denganku” katanya membuatku menatapnya kosong.

“baiklah” jawabku sambil sedikit tersenyum, “aku pulang dulu Eunji-ssi”..

“yaahh!!, bisakah kau memanggilku secara normal”

“em baiklah, aku pulang dulu Eunji” kataku lalu tersenyum padanya.

……………….

“ahh akhirnya sampai di rumah juga”

Buzz..buzz…

Handphone ku berbunyi, 1 message.

From : Seo In Guk

“yaahh, kenapa kau tidak mengirim pesan padaku?”

To : Seo In Guk

“aku sibuk”

From : Seo In Guk

“aiishh kau ini, bagaimana apa ada perkembangan mengenai hubunganmu dengan Eunji?”

Sejujurnya aku sangat malas untuk membalas pesannya yang satu ini.

To : Seo In Guk

“aku sudah berteman dengannya”

From : Seo In Guk

“benarkah? Apa kau bisa mengenalkanku padanya?”

To : Seo In Guk

“aiiisshh, ini masih tahap awal, aku takut kalau dia curiga padaku”

From : Seo In Guk

“kau benar juga, jika ada berita mengenai ini, langsung kirim email padaku. Ya?”

To : Seo In Guk

“umm, tidak. Kau harus tanya padaku, jika ada yang kau ingin tanyakan”

From : Seo In Guk

“yaaahhhh”

To : Seo In Guk

“kau kemana saja? Kenapa tidak datang latihan?”

From : Seo In Guk

“mianhae,, aku ketiduran di kelas, jadi setelah aku bangun, aku langsung pulang”

Aku tidak membalas pesan darinya. Karena ini sangat menggangguku yang sedang bermain game online.

Keesokan harinya…

“kriiinggg kringg kriinggggg!!!!!” suara jam beker.

“ahh benar-benar menggangguku” kataku yang masih bermain game online dari tadi malam dan belum tidur sama sekali.

“kriiingg!!”

Kugapai jam beker itu untuk kumatikan, lalu aku bersiap ke sekolah.

“pasti aku akan telat, akan aku pakai sepeda pancalku”

Aku bergegas berangkat.

…………….

Aku mengayuh sepeda dengan kencang,  sampai ada seseorang yang familiar dan hampir kutabrak.

“yahh apa kau tidak melihat jalan?” bentak seseorang itu padaku tanpa kulihat mukanya karena aku langsung membungkuk padanya.

“mianhae, maafkan aku, aku terburu-buru”

“Soo Hyun? Kau lagi, kau lagi!! Bisakah kita tidak bertemu sehari?”

“hah?” tanyaku langsung melihat ke arah seseorang itu, “Eunji?”

“cepat menyingkir dari hadapanku! Aku terlambat”

“ayo berangkat denganku, supaya tidak terlambat” tawarku padanya dengan senyumanku.

“yaahh, bagaimana bisa, sepedamu tidak ada boncengannya” jawabnya dengan bentakan yang membuat senyumku menghilang seketika.

“kau naik di depanku” tawarku lagi.

“apa maksudmu? Naik disitu?” menunjuk diantara jok dan kemudi sepedaku, “jangan mengarang” tambahnya.

“ayolah, kita akan terlambat lebih dari orang yang biasanya terlambat” kataku langsung menarik tangannya untuk duduk di depanku. *bisa dibayangkan kan?*

“yaahh, kenapa kau selalu memaksaku?” teriaknya padaku yang membuat telingaku sakit.

“bisakah kau diam? Kita berangkat” kataku membuatnya diam karena tanganku memegang kemudi sepeda yang terlihat seperti aku dan Eunji sedang berpelukan di sepeda karena jarak kita yang begitu dekat.

Akupun segera mengayuh sepedaku kencang. Kulihat Eunji hanya diam.

“ciiittt” suara rem sepadaku karena aku sedang berusaha untuk mengerem karena di depanku tiba-tiba ada sebuah sepeda motor yang melaju kencang dan hampir menabrak sepedaku.

Karena menghindari tabrakan itu, sepedaku menjadi hilang keseimbangan, dan akan jatuh. Sebelum jatuh, aku segera memeluk pinggul Eunji dengan satu tangan supaya dia tidak jatuh dan satu tangan lagi memegang kemudi sepeda. Namun pada akhirnya kita berdua jatuh. Aku jatuh dibawah Eunji, sehingga Eunji berada diatasku. Kulihat Eunji menutup matanya. Dan kemudian dia membuka matanya. Dia menatapku kosong.

“apa kau baik-baik saja?” tanyaku, “jika iya, bisakah kau berdiri, karena kau sangat berat” dengan sedikit tertawa.

“yahhh!!” teriaknya padaku dan langsung berdiri. Kulihat wajah Eunji memerah namun ia segera memalingkan wajahnya.

Kita berdua segera pergi ke sekolah dengan aku yang sedang menuntun sepeda. Diam, itulah situasi kita berdua di perjalanan.

…………………….

Sampai di depan kelas, Eunji langsung masuk ke kelas dengan aku ada dibelakangnya.

“mianhae senseongnim, saya telat” kata Eunji pada guru Park.

“tidak apa-apa Eunji, ini pertama kalinya kamu terlambat” sekarang duduk dibangkumu, “dan kau Soo Hyun!” menunjuk ke arahku.

“ne senseongnim”

“ini sudah keseringkalinya kamu terlambat, jadi kamu tidak bisa mengikuti kelasku hari ini”

“mwo??” kagetku lalu melihat ke arah Eunji di bangkunya. Kulihat Eunji hanya melihat kosong atau menurutku juga kaget.

“bisa kau keluar Soo Hyun, aku akan mengajar”

“ne senseongnim” jawabku sambil menunduk keluar kelas.

Aku pergi ke atap sekolah. Karena disana aku sering mendapat ketenangan. Akupun tidur di lantai sampai kurasa ada seseorang duduk disampingku dan jarak kita begitu dekat..

To be continued…..

Iklan

One thought on “Danger Love part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s