Love and Run

mr root
Ff : oneshoot
Author : Mr. Root
Main Cast : Dongho, Suzy
Other cast : Jiyeon
Genre : romance, sport
introduce :
Shin Dongho, seorang pelari, berwajah lucu, tapi mempunyai sifat sangat cuek.
 
Cerita dimulai
Dijalanan sepi di kota Seoul
”pencopet….” teriak Suzy.
“tolong pencopet itu mengambil tasku” teriak Suzy sambil berlari mengejar pencopet.
Disaat itu ada pemuda yang tengah berjogging dan mendengar teriakan Suzy. Dia pun berlari mengejar pencopet itu.
“hei berhenti” teriak Dongho sambil mengejar pencopet itu. Karena Dongho seorang pelari, dia pun menangkap pencopet itu dan mengambil tas yang diambil oleh pencopet itu.
“ini tasmu..” kata Dongho pada Suzy.
“gomawo” kata Suzy pada Dongho sambil tersenyum.
“ne” kata Dongho datar pada Suzy.
Dongho pun melanjutkan joggingnya dan meninggalkan Suzy.
“dia sungguh cuek, tapi aku menyukainya” kata Suzy sambil melihat Dongho jogging dan meninggalkannya”.
Keesokan harinya di salah satu sekolah di Seoul.
Di kelas —–
“Jiyeon, kemarin aku kecopetan” kata Suzy pada Jiyeon.
“hah, bagaimana bisa terjadi?” tanya Jiyeon kaget.
“tapi untung tasku tidak hilang” kata Suzy.
“ada yang menolongmu?” tanya Jiyeon.
“ada, dia sangat tampan” jawab Suzy nge-fly.
“aku dengar-dengar akan ada murid baru di kelas kita” kata Jiyeon mengganti topik pembicaraan.
“benarkah?” tanya Suzy.
Guru Jang datang.
Guru Jang, ”anak-anak ada murid baru dikelas kita”, ”ayo masuk” memanggil seseorang.
Murid baru, ”Shin Dongho imnida” memperkenalkan diri.
“astaga” kata Suzy dalam hatinya.
Guru Jang, ”Dongho, kamu duduk di sebelah Suzy”.
Dongho melihat ke bangku yang ditunjuk guru Jang dan menuju ke bangku itu. Dia bersebelahan dengan Suzy.
“negara ini benar-benar kecil ya? Dari sekian banyak sekolah, kenapa harus bertemu denganmu lagi” tanya Dongho pada Suzy.
“mwo?” tanya Suzy enggak kedengaran.
“aku bilang kita bertemu lagi” kata Dongho.
“iya, senang bertemu denganmu” kata Suzy sambil tersenyum.
“perhatikan pelajaran, jangan perhatikan wajahku terus” kata Dongho.
“mwo? Siapa yang memperhatikan wajahmu?” jawab Suzy menutupi wajahnya yang merah karena malu.
“kau” jawab Dongho singkat.
“aku tidak melihat wajahmu, aku hanya melihat…. Eee?” jawab Suzy gelagapan.
“hanya melihat apa?” tanya Dongho menggoda.
“pokoknya aku tidak melihat wajahmu” jawab Suzy lalu memalingkan wajahnya.
“dasar aneh” kata Dongho mengejek Suzy.
“mwo? Apa katamu?” kata Suzy mendengar sesuatu.
“ahh tidak” kata Dongho.
Bel Istirahat berbunyi
Dongho keluar kelas untuk melihat sekolah barunya. Jiyeon menghampiri Suzy.
Jiyeon, ”kulihat kalian mengobrol terus saat pelajaran”.
Suzy, ”mwo?”.
Jiyeon, ”apa kalian sudah saling kenal?”.
Suzy, ”Jiyeon, dia itu orang yang menolongku kemarin”.
Jiyeon. “apa….?” tanyanya kaget.
Suzy, ”kenapa kau sekaget itu?”.
Jiyeon, ”kau tau dia benar-benar jauh dari tipemu”.
Suzy, ”aku akan mengganti tipeku” jawabnya gembira.
Jiyeon, ”dia benar-benar dingin”.
Suzy, ”tapi dia sudah membuatku suka pada pandangan pertama”.
Jiyeon, ”iya-iya, ayo ke kantin”.
Suzy, ”ayo”.
Di kantin
Di salah satu meja
Jiyeon, ”kita makan apa?” tanyanya pada Suzy.
Suzy, ”terserahmu saja” sambil mencari seseorang.
Jiyeon, ”kau sedang mencari siapa?”.
Suzy, ”mencari seseorang”.
Jiyeon, ”apa kau mencari Dongho?”.
Suzy, ”mwo, bagaimana kau bisa tau?” tanyanya kaget pada Jiyeon.
Jiyeon, ”hei, dia ada disana” menunjuk ke perpustakaan.
Suzy, ”aku pergi dulu” meninggalkan Jiyeon menuju perpustakaan.
Jiyeon, ”hei,, bagaimana dengan makanannya?” berteriak ke Suzy tapi Suzy sudah keburu pergi.
Jiyeon, ”bagaimana ini?” melihat makanan di meja.
Di perpustakaan
Suzy menemui Dongho yang sedang mencari buku.
Suzy, ”kau sedang mencari buku apa?” tanya Suzy mengagetkan Dongho.
Dongho, ”kau mengikutiku?”
Suzy, ”ini kebetulan bertemu” alasannya.
Dongho, ”hei, aku tidak mengenalmu, tapi kenapa aku harus bertemu denganmu, ini membuatku pusing” kata Dongho jengkel.
Suzy, ”Bae Suzy imnida” memperkenalkan dirinya pada Dongho.
Dongho, ”jadi namamu Suzy”.
Suzy, ”benar, kau tidak pusing lagi kan?”.
Dongho, ”aku pusing ketika bertemu denganmu” jawab Dongho.
Dongho, ”jika ini kebetulan, kau mencari buku apa?”.
Suzy, ”emm,,.. Buku jaman Joseon” alasannya.
Dongho, ”kau suka sejarah? Itu membosankan”.
Suzy, ”lalu kau mencari buku apa?”.
Dongho, ”buku tentang jantung”.
Suzy, ”apa kau punya sakit jantung?” tanya Suzy kawatir.
Dongho, ”mwo, tentu saja tidak, aku ingin tau kerja jantung saat kita sedang berlari”.
Suzy, ”syukurlah”.
Dongho pun duduk di perpustakaan, Suzy duduk di sebelahnya.
Suzy, ”kapan kau akan berlomba?” tanya Suzy tiba-tiba.
Dongho, ”mungkin 8 bulan lagi” menjawab sambil terus membaca.
Suzy, ”kau akan berlomba dimana?”
Dongho, ”aku tidak tau”.
Suzy, ”bagaimana kau bisa tidak tau? Kau kan akan lomba”.
Dongho, ”itu masih dirahasiakan”.
Suzy, ”dirahasiakan?”.
Dongho, ”kau tau… Sekarang sudah bel, maka kembali ke kelas” mendengar bel dan meninggalkan perpustakaan.
Jam sekolah selesai, siswa pulang.
Di depan sekolah
Jiyeon dan Suzy bertemu dengan Dongho.
Jiyeon, ”kau pulang naik apa?”.
Dongho, ”bus” sambil mencari bus di jalan.
Jiyeon, ”seberapa jauh rumahmu?”.
Dongho, ”lumayan”.
Jiyeon, ”lumayan dekat?”.
Dongho, ”lumayan jauh”.
Dongho, ”aahh ada bus, aku pergi dulu” menuju ke bus.
Suzy yang tau itu, tiba-tiba naik bus dan meninggalkan Jiyeon.
Jiyeon, ”Suzy kau meninggalkanku?” berteriak ke Suzy karena bus mau berjalan.
Suzy, ”sampai bertemu besok” jawabnya tersenyum ke Jiyeon.
Jiyeon, ”dasar” jawabnya dalam hati.
Di dalam bus
Dongho duduk di kursi untuk berdua, disampingnya kosong, tiba-tiba Suzy duduk disampingnya.
Dongho, ”kau itu terus saja mengikutiku” berkata ke Suzy.
Suzy, ”aku ingin tau rumahmu”
Dongho, “benar kau ingin tau rumahku? Kalau begitu ikuti saja aku”
Suzy, ”baiklah” jawabnya sambil tersenyum.
Author pov
Karena Suzy sangat mengantuk akhirnya dia pun tertidur. Kepala Suzy bersandar pada bahu Dongho, Dongho yang tau itu diam saja melihati Suzy sampai bus berhenti.
Author pov end
Dongho, ”hei bangun sudah sampai” katanya membangunkan Suzy.
Suzy, ”benarkah?”
Dongho dan Suzy pun turun dari bus.
Dongho langsung berjalan kaki lalu mulai berjogging, Suzy pun mengikuti Dongho dan ikut berjogging.
Suzy, ”katamu sudah sampai” katanya mengomel.
Dongho, ”sudah sampai di jalannya bukan rumahnya” jawab Dongho.
…..
Suzy terjatuh
Suzy, ”aduuuh kakiku” sambil memegang kakinya.
Dongho, ”kau tidak apa-apa” memegang kaki Suzy.
Suzy, ”ahh”.
Dongho, ”ayo aku gendong”.
Suzy, ”mwo?”.
Dongho, ”ayo cepat, sebelum hujan” melihat ke langit yang mendung.
Dongho menggendong Suzy. Hujan turun dengan deras, mereka berteduh di pemberhentian bus. Disana hanya ada mereka berdua.
“ahh kau membohongiku” kata Suzy mengomel.
“salahnya kau percaya”
”aku kedingingan” sambil memegang badannya yang menggigil.
Dongho memberikan jas sekolahnya dan memakaikannya ke badan Suzy.
“apa kau tidak kedinginan?” tanya Suzy.
“tidak”
mereka pun menunggu hingga hujan reda.
“sebaiknya kau dirumahku dulu” kata Dongho.
“apa tidak apa-apa?”
”aku tinggal sendirian di rumah”
”ayo cepat naik punggungku, sebelum hujan turun lagi” kata Dongho lalu menggendong Suzy.
Mereka pun sampai di rumah Dongho. Dongho mendudukkan Suzy di sofa. Dongho lalu mengambil selimut untuk Suzy.
“aku buatkan susu panas dulu” kata Dongho.
Suzy menyelimuti tubuhnya dengan selimut, dia memperhatikan kakinya yang terluka.
“ini susunya, cepat diminum sebelum dingin” menyodorkan susu buatannya ke Suzy.
“susu buatanmu enak sekali” kata Suzy.
“itu hanya susu biasa, apakah kakimu masih sakit?” melihat kaki Suzy, ”aku ambil kotak obat dulu, minum susu itu sampai habis”.
“ne, gomawo” Suzy tersenyum pada Dongho.
Dongho mengobati luka Suzy dan berkata ”lukamu akan kuperban”.
“terserahmu saja”
Suzy melihat Dongho mengobati lukanya, lalu memperhatikan wajah Dongho bukan memperhatikan lukanya.
“kau itu masih saja melihati wajahku” kata Dongho tiba-tiba.
“wajahmu memalingkan duniaku” kata Suzy tidak sadar dengan perkataannya.
“benarkah? Sudah selesai, kau harus berhati-hati”
”ne,, gomawo Dongho-ssi”
Dongho duduk disebelah Suzy.
“apa kau masih kedinginan?” kata Dongho melihati Suzy.
“sedikit” jawabnya.
Tiba-tiba Dongho memeluk Suzy. Suzy kaget dengan perlakuan Dongho.
“apa yang kau lakukan?” tanya Suzy gugup.
“supaya kau tidak kedinginan” jawab Dongho.
Suzy merasakan kehangatan dalam pelukan Dongho walaupun bukan pelukan secara langsung karena masih terhalang oleh selimut yang dipakai Suzy.
………….
“sudah malam, ayo kuantar pulang” kata Dongho.
“ne, oemmaku pasti mencariku” jawabnya.
Dongho mengantar Suzy dengan sepeda motor sportnya yang jarang dipakai.
“cepat naik” suruh Dongho.
“ne”
di perjalanan
”dimana rumahmu?” tanya Dongho di perjalanan.
“di perumahan bokchan” jawab Suzy.
Sampai dirumah Suzy
”hati-hati” kata Suzy setelah turun dari motor Dongho.
“ne” jawabnya lalu meninggalkan Suzy.
Di rumah Suzy
“eomma..” teriak Suzy.
“Suzy, kenapa baru pulang? Eomma mengkahawatirkanmu”
”mianhae eomma, tadi aku kehujanan jadi aku dirumah temanku” jawab Suzy.
Keesokan harinya di sekolah.
Jiyeon dan Suzy berbincang berdua, Dongho sedang membaca buku.
“bagaimana, kau sudah tau rumahnya?” tanya Jiyeon pada Suzy.
“rumahnya sangat jauh”
“apa dia tidak punya kendaraan?”
”punya, tapi kelihatannya jarang dipakai” jawab Suzy sambil memanyunkan bibirnya.
“bagaimana kau bisa tau?”
“ahh ceritanya panjang”
mereka berdua berbincang sampai guru Jang datang.
“anak-anak besok kita akan kamping di pulau jeju” kata guru Jang.
“horeee” semua anak di kelas itu berteriak senang.
Keesokan harinya di sekolah
Suzy mencari Dongho di luar bus untuk memastikan Dongho ikut atau tidak. Suzy mencarinya tapi tidak ketemu. Akhirnya Suzy pun naik bus dengan perasaan badmood. Di dalam bus, Suzy mencari tempat kosong karena Jiyeon sudah bersama orang lain. Suzy pun akhirnya duduk dengan seorang laki-laki. Laki-laki itu ternyata Dongho yang sedari tadi sudah ada dalam bus.
“kukira kau tidak ikut” kata Suzy kaget.
“dirumah membosankan”
“benar”
“bagaimana dengan kakimu?” tanya Dongho
“sudah sembuh”
“apa kau menyukaiku? Jujur saja” tanya Dongho tiba-tiba pada Suzy
“eee…. Ne” jawab Suzy gugup
“bagus kalau begitu karena aku juga menyukaimu” sambil tersenyum ke Suzy
“mwo?” tidak percaya
Dongho pun menggenggam tangan Suzy erat di dalam bus. Mereka tidur dengan saling bersandar karena perjalanan ke jeju membutuhkan waktu yang lama.
Masih Di perjalanan menuju Jeju
Dongho bangun dari tidurnya, Suzy masih tidur. Dongho mengambil hpnya dan memfoto Suzy yang tidur.
Sampai di pulau Jeju
Semua keluar dari bus untuk melihat dan yang pasti memasang tenda. Dongho memasang tenda dengan Kai, teman setendanya. Suzy memasang tenda dengan Jiyeon. Tenda Dongho dan Suzy bersebelahan.
Malam hari
Mereka merayakan malam dengan menyalakan api unggun dan bernyanyi. Dongho dan Suzy duduk bersebelahan. Setelah selesai, mereka semua tidur, yang jaga malam adalah Myungsoo dan Chanyeol.
Keesokan harinya
Suzy dibangunkan oleh Myungsoo. Mereka semua bersiap-siap menuju ke pantai.
Sesampainya di pantai.
Author pov
Suzy mencari Dongho, saat sudah menemukan Dongho, tiba-tiba Myungsoo datang menghampirinya. Dongho pun melihat Suzy dan Myungsoo berdekatan. Suzy melihat Dongho yang melihat ke arahnya lalu membuang muka padanya.
Author pov
@Suzy&Myungsoo
“Suzy~a” panggil Myungsoo pada Suzy.
“ah Myungsoo, ada apa menghampiriku?” tanya Suzy
“ada yang ingin aku katakan padamu” jawab Myungsoo.
“katakan saja”
“aaa..aku suka aa padamu uu Suzy, maukah kau menjadi yeojachinguku?” kata Myungsoo terbata-bata.
Suzy terkejut dengan pengakuan Myungsoo, termasuk teman-teman disekitar Suzy, terutama Dongho.
“aah bagaimana ini?” tanya Suzy dalam hati sambil melihat ke arah Myungsoo yang penuh pengharapan.
“aa baik….” kata-kata Suzy terpotong oleh Dongho yang tiba-tiba datang dan menarik Suzy sambil mengatakan, “mianhae Myungsoo, dia yeojachinguku”, lalu pergi meninggalkan Myungsoo.
Masih di pantai
Suzy, “apa yang kau lakukan tadi?”
Dongho, “apa tadi aneh buatmu?”
Suzy, “aku sangat terkejut dengan apa yang kau katakan pada Myungsoo”
Dongho, “jinjjayo?”
Suzy, “ne, apa maksudmu tadi?”
Dongho, “secara jujur, aku tidak ingin kau bersama Myungsoo”
Suzy, “lalu aku harus bersama siapa?”
Dongho, “bersamaku, kau yang bilang menyukaiku kan”
Suzy memalingkan wajahnya dari Dongho karena malu.
Dongho, “maukah kau menjadi yeojachinguku?” tiba-tiba.
Suzy, “aaa ne”
Dongho, “jinjjaeyo?”
Suzy, “ne Dongho”
Wajah Dongho dan Suzy seketika memerah. Tiba-tiba, Dongho mendekatkan wajahnya ke Suzy, Dongho berniat untuk mencium Suzy, tapi tidak jadi karena Suzy sudah memejamkan matanya dulu. Suzy kesal dengan Dongho.
“yaaa, jangan membuatku malu” omel Suzy.
Dongho hanya tertawa.
“mengapa kau memejamkan matamu? apa kau mau menginginkan sesuatu dariku?” tanya Dongho yang membuat Suzy malu.
“aa..anieo, aku tidak menginginkan sesuatu darimu” jawab Suzy gelagapan.
“apa itu dibelakangmu?” tanya Dongho yang membuat Suzy menghadap kebelakang.
“ada apa..?” tanya Suzy yang terpotong karena Dongho memberi kecupan cepat saat kembali ke arah sebelumnya.
“sudah kan!” kata Dongho.
Suzy hanya mematung. Dongho pun akhirnya mencium Suzy yang diam mematung. Suzy pun memejamkan matanya. Mereka pun berciuman.
“heii sedang apa kalian?” tanya Chanyeol yang membuat Dongho dan Suzy melepaskan ciumannya.
Mereka berdua hanya bisa tersenyum sambil melihat ke arah Chanyeol.
“ayo cepat kembali” kata Chanyeol.
“ne” kata Suzy dan Dongho bebarengan.
Mereka pun kembali ke tempat camping. Dongho dan Suzy saling berpandangan dan tersenyum.
The end….
Iklan

5 thoughts on “Love and Run

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s